Sumsel

Sumsel Dorong Banyuasin Jadi Sentra Telur Standar Ekspor, Fokuskan Sertifikasi Kesehatan Hewan

Maman Suparman | 2 Agustus 2025, 16:53 WIB
Sumsel Dorong Banyuasin Jadi Sentra Telur Standar Ekspor, Fokuskan Sertifikasi Kesehatan Hewan

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel tengah mendorong percepatan jaminan mutu dan keamanan pangan asal hewan, khususnya telur ayam, guna memenuhi standar kualitas ekspor.

Langkah awal dimulai dengan menjadikan Kabupaten Banyuasin sebagai daerah yang layak sertifikasi ekspor melalui pengawasan ketat Otoritas Veteriner provinsi.

Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Diskerpangnak) Sumsel, Jafrizal, mengatakan Banyuasin memiliki potensi besar karena menjadi salah satu lumbung telur ayam di Sumsel. Setiap hari, wilayah ini mampu memproduksi lebih dari 300 ton telur ayam.

"Program prioritas sektor peternakan yang sedang difokuskan saat ini adalah percepatan jaminan standar kesehatan, keamanan, dan mutu produk telur ayam di wilayah Air Batu, Banyuasin, untuk mencapai kualitas ekspor," kata Jafrizal saat diwawancarai, Sabtu (2/8/2025).

Untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, Pemprov Sumsel akan mendorong sertifikasi penting seperti Good Farming Practice (GFP), Sertifikat Bebas Salmonela, Bebas Residu Antibiotik, serta Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Baca Juga: Bantuan Insentif Guru Non ASN 2025 Cair Agutus, Cek Besaran Nominal, Syarat dan Ketentuannya di Sini

Keempat sertifikat tersebut merupakan prasyarat utama agar produk hewani bisa diterima di pasar internasional.

"Telur ayam harus terbukti bebas penyakit hewan, aman dari bahan kimia berbahaya, dan memenuhi standar kehalalan. Semua ini untuk melindungi konsumen dan memperluas akses pasar," ujarnya.

Lebih lanjut, Jafrizal menegaskan bahwa keamanan pangan asal hewan menjadi isu krusial. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa 70 persen penyakit menular baru yang menyerang manusia berasal dari hewan. Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap produk seperti telur ayam sangat diperlukan.

"Telur adalah sumber protein utama masyarakat. Maka dari itu, keamanannya dari sisi kesehatan hewan hingga bebas kontaminan harus benar-benar terjamin," jelasnya.

Pemprov Sumsel optimistis produksi telur dari Banyuasin tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan dalam daerah, tapi juga potensial menembus pasar nasional dan internasional. Untuk itu, koordinasi lintas sektor akan segera dilakukan.

"Kami akan berkoordinasi dengan dinas dan tim kesehatan hewan serta kesmavet di seluruh kabupaten/kota agar program ini dapat segera diimplementasikan," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia