Sumsel

Penjelasan Pemprov Sumsel Soal Belum Adanya Status Siaga Darurat Karhutla

Maman Suparman | 24 Mei 2025, 18:30 WIB
Penjelasan Pemprov Sumsel Soal Belum Adanya Status Siaga Darurat Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Memasuki penghujung Mei yang menjadi awal musim kemarau di Sumatera Selatan (Sumsel), Pemerintah Provinsi Sumsel masih belum dapat menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini disebabkan belum adanya satu pun pemerintah kabupaten/kota yang resmi menetapkan status siaga darurat.

Dari 12 daerah yang telah dipetakan sebagai wilayah rawan karhutla, hanya tiga kabupaten yang saat ini sedang berada di tahap akhir pengesahan surat keputusan (SK) siaga darurat. 

Ketiganya yakni Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba), yang kini hanya tinggal menunggu tanda tangan bupati masing-masing.

"Yang proses SK darurat karhutla tinggal menunggu tanda tangan bupati di Ogan Ilir, Banyuasin dan Muba. Sementara daerah lain masih menyiapkan dokumen pendukung. Untuk provinsi bisa menetapkan status setelah minimal dua kabupaten menetapkan siaga darurat," ujar Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Ali Syahbana, Sabtu (24/5/2025).

Baca Juga: Warga Geger, Pria Paruh Baya Ditemukan Membusuk di Bawah Rumah di 26 Ilir Palembang

Menurutnya, keterlambatan penetapan ini dapat menghambat respons cepat dalam menghadapi bencana karhutla, termasuk pengajuan bantuan dari pemerintah pusat seperti helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC) dari BNPB.

“Penetapan status ini penting agar kita bisa mengakses bantuan dari BNPB, termasuk helikopter dan OMC. Tapi syaratnya, minimal dua daerah harus lebih dulu menetapkan status siaga darurat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iqbal mengungkapkan bahwa fokus utama pengendalian karhutla berada di wilayah dengan lahan gambut yang luas seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Muba, Muara Enim, dan PALI.

Lahan gambut dikenal sulit dipadamkan jika sudah terbakar, karena api dapat menyebar di bawah permukaan tanah.

Salah satu perhatian khusus adalah area sekitar jalan tol di Ogan Ilir. BPBD OI telah membentuk posko siaga karhutla dan menjalin koordinasi dengan pengelola tol agar pemadaman dapat dilakukan secara cepat jika terjadi kebakaran.

“Prioritas kita juga di jalur tol wilayah OI, karena asap karhutla bisa mengganggu visibilitas dan keselamatan pengguna jalan. Posko BPBD OI sudah bekerja sama dengan pengelola tol agar jika terjadi kebakaran, tim bisa segera ke lokasi,” terangnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia