Sumsel

Warga Geger, Pria Paruh Baya Ditemukan Membusuk di Bawah Rumah di 26 Ilir Palembang

Maman Suparman | 24 Mei 2025, 17:15 WIB
Warga Geger, Pria Paruh Baya Ditemukan Membusuk di Bawah Rumah di 26 Ilir Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Warga Jalan Batu Nilam, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria paruh baya yang telah membusuk di lantai bawah sebuah rumah, Sabtu (24/5/2025) siang.

Korban diketahui bernama Medi Erwan (58), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.

Jasadnya pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Rosnelly, bersama Ketua RT setempat setelah mencium aroma tidak sedap yang berasal dari bawah rumah yang dihuni keluarga korban di lantai atas.

Kapolsek Ilir Barat I, AKP Ricky Mozam, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban diperkirakan telah meninggal dunia dua hingga tiga hari sebelum ditemukan, mengingat kondisi jenazah yang sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk.

Baca Juga: Satreskrim Ringkus Dua Begal Bersenpi yang Viral di Instagram, Korban Ditodong Saat Berangkat Kerja

“Awalnya keluarga dan Ketua RT mencium bau menyengat yang dikira berasal dari bangkai tikus. Setelah ditelusuri, bau tersebut ternyata berasal dari jasad korban yang ditemukan dalam posisi terlentang di kamar tempatnya tidur,” ungkap AKP Ricky.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diketahui, Medi tinggal seorang diri di lantai bawah rumah, sementara anggota keluarganya menempati lantai atas. Korban juga disebut memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan vertigo.

“Korban tinggal sendiri dan memang memiliki riwayat penyakit. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Palembang untuk dilakukan autopsi,” tambah AKP Ricky.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia