Sumsel

Wisman ke Sumsel Turun 18 Persen, Tapi Wisatawan Domestik Meningkat Tajam

Maman Suparman | 5 November 2025, 14:45 WIB
Wisman ke Sumsel Turun 18 Persen, Tapi Wisatawan Domestik Meningkat Tajam

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan pada September 2025.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, kunjungan wisman turun sebesar 18,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengatakan pada Agustus tercatat sebanyak 1.138 wisman datang ke Sumsel, sedangkan pada September jumlahnya menurun menjadi 933 orang.

“Memang terjadi penurunan pada September, namun hal ini masih wajar karena penerbangan internasional ke Palembang baru aktif kembali sejak Juni lalu,” ujar Wahyu di Palembang, Rabu (5/11/2025).

Meski menurun, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan dengan proporsi 63,67 persen, disusul oleh Tiongkok 5,14 persen, Taiwan 1,50 persen, Korea Selatan 1,18 persen, dan negara lain 28,51 persen.

“Malaysia memang masih yang tertinggi karena saat ini rute penerbangan internasional yang aktif hanya dari Kuala Lumpur menuju Palembang,” jelasnya.

Namun, penurunan wisatawan asing itu berbanding terbalik dengan kenaikan signifikan wisatawan nusantara (wisnus).

Baca Juga: Rincian Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 5 November 2025

BPS mencatat, jumlah pelaku perjalanan domestik di Sumsel mencapai 2,08 juta orang pada September, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 1,6 juta orang.

“Sebanyak 77 persen di antaranya merupakan perjalanan antar kabupaten dan kota dalam wilayah Sumsel, sementara 22 persen atau sekitar 400 ribu orang berasal dari luar daerah,” terang Wahyu.

Pengunjung domestik yang masuk ke Sumsel didominasi oleh wisatawan asal Lampung (35,92 persen), diikuti oleh Jambi (12,82 persen) dan Bengkulu (10,99 persen).

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga September 2025, jumlah perjalanan wisatawan domestik di Sumsel mencapai 19,7 juta, meningkat 53,32 persen secara tahunan (year on year).

Peningkatan aktivitas wisata juga berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumsel yang naik menjadi 48,12 persen. Kendati demikian, angka ini masih sedikit di bawah capaian tahun lalu yang mencapai 52,36 persen.

“Tamu hotel rata-rata menginap antara satu hingga dua malam, belum sampai tiga hari,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia