Sumsel

Awal Tahun 2024, Harga Bawang Putih dan Tomat di Pasar Palembang Meroket 

Deni Hermawan | 3 Januari 2024, 09:37 WIB
Awal Tahun 2024, Harga Bawang Putih dan Tomat di Pasar Palembang Meroket 

AKURAT.CO SUMEL Awal tahun 2024, sejumlah harga komoditas sayur mayur ternyata mengalami kenaikan.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di palembang, terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan pada komotitas sayur mayur.

Mulai dari harga bawang putih hingga harga tomat. Kenaikan harga komoditas ini terpantau terjadi di Pasar Kilometer 5 Palembang.

Harga bawang putih saat ini berada di harga Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikan harga juga diikuti dengan kenaikan harga tomat yang cukup signifikan mencapai Rp.20 ribu per kilogram.

Tingginya harga komoditas sayur mayur ini dikarenakan minimnya pasokan yang diterima pedagang.

Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga terjadi sejak awal tahun baru 2024.

Salah satu pedagang bawang putih di Pasar Km 5, Rozi, menyebut bahwa para pedagang saat ini mengalami keterbatasan stok. 

Minimnya pasokan yang masuk dikarenakan para petani bawang yang biasanya sebagai penyuplai barang belum mengirimkan pasokannya.

Kendala ini dikarenakan para petani tersebut saat ini belum memasuki masa panen. Kondisi ini akhirnya menyebabkan stok bawang minim dan sulit didapat.

"Sekarang ini jual bawang putih hargonya Rp40 ribu, itu mahal. Termasuk barangnya kosong dan jelek," katanya, Rabu (3/1/2024).

Kenaikan harga komoditas sayur mayur terjadi juga pada harga tomat.

Saat ini harga tomat di pasar Km5 Palembang mencapai harga Rp.22 ribu untuk perkilogramnya.

Padahal harga dari sebelumnya hanya berada dikisaran harga Rp18 ribu per kilogram.

Kenaikan harga pada tomat juga disebabkan oleh sedikit nya pasokan tomat dari petani, sehingga menyebabkan harga tomat melambung.

"Mahal dek, per kilo Rp.22 ribu. Biasanya harga tomat diharga Rp18 ribu per kilo, saat ini susah didapat, barangnya susah karena sedikit,” keluhnya. 

Pedagang berharap pemerintah dapat mengintervensi kenaikan harga sehingga harga harga kebutuhan pokok dan sayur dapat kembali stabil.

Atas kenaikan harga ini, para pedagang mengaku mengalami penurunan omset penghasilan karena turunnya daya beli dari masyarakat. (Ap)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A