Indeks Pembangunan Gender Sumatera Selatan 2024: Ogan Ilir Tertinggi, Musi Banyuasin Terendah

AKURAT.CO SUMSEL Indeks Pembangunan Gender (IPG) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, IPG di Sumsel pada tahun 2024 tercatat mencapai angka 93,22, sedikit menurun dibandingkan dengan 2023 yang berada di angka 93,25, namun tetap menunjukkan kinerja yang stabil dalam hal pembangunan kesetaraan gender.
Kabupaten Lahat mencatatkan angka IPG tertinggi di Sumatera Selatan dengan skor 94,99 pada 2024, meningkat tipis dari 94,76 pada tahun 2023. Pencapaian ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memperhatikan peran perempuan dan kesetaraan gender yang terus berlanjut.
Baca Juga: Puluhan Perusahaan di Sumsel Dilaporkan Terkait Masalah THR, Paling Banyak dari Palembang
Sementara itu, Kabupaten Ogan Ilir, yang sudah dikenal sebagai salah satu daerah dengan kemajuan pesat, juga mencatatkan angka tinggi dengan IPG mencapai 98,89 pada 2024.
Meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 99,09, kabupaten ini tetap berada di peringkat atas dengan tingkat kesetaraan gender yang sangat baik.
Di sisi lain, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi kabupaten dengan IPG terendah di Sumatera Selatan dengan nilai 83,78 pada 2024.
Meskipun mengalami sedikit peningkatan dari tahun sebelumnya (83,48), Musi Banyuasin masih berada di posisi yang memerlukan perhatian lebih untuk mengurangi ketimpangan gender, terutama dalam pendidikan dan akses terhadap sumber daya ekonomi.
Demikian pula, Kabupaten Musi Rawas mencatatkan angka IPG yang relatif rendah di 86,78 pada 2024, meskipun sedikit meningkat dari tahun lalu yang berada di angka 86,55.
Di tingkat kota, Palembang mencatatkan angka IPG yang sangat baik dengan nilai 96,64 pada 2024, meskipun sedikit meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebagai ibu kota provinsi, Palembang terus menunjukkan upaya untuk memperbaiki peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








