Sumsel

Polda Sumsel Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Premanisme di Kawasan Wisata BKB

Maman Suparman | 29 Juli 2025, 14:59 WIB
 Polda Sumsel Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Premanisme di Kawasan Wisata BKB

AKURAT.CO SUMSEL Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memastikan akan menindak tegas setiap aksi premanisme, pemalakan, dan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata, menyusul kasus dugaan pemalakan terhadap YouTuber Om Mobi di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mukmin menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di ruang publik dan destinasi wisata yang menjadi wajah kota.

“Seluruh bentuk aksi premanisme, pemalakan, dan pungli akan kami tindak tegas tanpa kompromi,” ujar Nandang, Selasa (29/7/2025).

Merespons keluhan masyarakat dan sorotan media, Polda Sumsel segera mengerahkan satuan-satuan operasional untuk melakukan patroli dan penindakan secara intensif. Patroli rutin akan ditingkatkan, baik secara terbuka maupun tertutup, di kawasan BKB dan sekitarnya.

Baca Juga: Perusahaan di Sumsel yang Lalai Atasi Karhutla Terancam Sanksi dan Ganti Rugi

Ditsamapta Polda Sumsel akan melakukan patroli terbuka secara intensif pada siang dan malam hari, sementara Subdit Jatanras Ditreskrimum menggelar patroli tertutup dan operasi hunting guna memburu pelaku premanisme dan tindak kejahatan lainnya.

“Kami juga telah memerintahkan jajaran Polrestabes Palembang dan Polsek Ilir Barat I untuk memperketat pengawasan serta menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan responsif,” jelas Nandang.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan aksi premanisme yang meresahkan. Laporan dapat disampaikan melalui call center 110 atau saluran pengaduan resmi kepolisian lainnya.

“Kami pastikan identitas pelapor akan dirahasiakan dan dilindungi oleh hukum,” tegasnya.

Nandang menutup dengan menegaskan bahwa Polda Sumsel tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum, terutama di kawasan wisata yang menjadi etalase daerah.

“Premanisme tidak punya tempat di Sumsel. Kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia