Sumsel Diguyur Hujan Sepekan Imbas Kemunculan MJO, Masyarakat Diimbau Waspada Banjir dan Longsor

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) untuk sepekan ke depan.
Dalam beberapa hari ke depan, Bumi Sriwijaya diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang merata di sejumlah daerah.
BMKG pun mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan juga longsor.
Baca Juga: Harga Sembako di Palembang Masih Terkendali, Pemerintah Jaga Stok dan Daya Beli Warga
Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, mengatakan bahwa akan ada dua gelombang hujan sedang yang melanda sejumlah wilayah Sumsel dalam waktu dekat.
Gelombang pertama diprediksi pada 27-28 Januari 2026 di wilayah OKU hingga Musi Rawas.
Sementara gelombang kedua diprediksi datang pada 30 Januari sampai dengan 1 Februari 2026 di wilayah Ogan Ilir hingga Musi Banyuasin. Berikut rincian prediksinya:
Baca Juga: Profil Pendidikan Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Deputi BI Baru, Ternyata Lulusan AS
27-28 Januari 2026, hujan ringan hingga sedang: OKU Raya, Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.
30 Januari - 1 Februari 2026, hujan ringan hingga sedang: Ogan Ilir, Prabumulih, Empat Lawang, dan Musi Banyuasin.
Baca Juga: Wajah iPhone 18 Pro Bocor, Kamera Selfie Pindah Posisi, Gak Ada Lagi Lubang Pil?
Fenomena Kemunculan MJO
Hujan yang mengguyur dalam sepekan ini dipicu oleh fenomena atmosfer global.
Yakni pergerakan angin Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan memasuki wilayah Barat Sumatra pada akhir Januari.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Lagi, Tembus Rp16,5 Juta per Suku
Kondisi tersebut diperparah dengan kelembapan udara di lapisan bawah hingga menengah (850-500 mb) yang terpantau cukup basah.
Hal ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumsel.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat perubahan cuaca yang fluktuatif.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









