Sumsel

Karhutla di Sumsel Tembus 6.749 Hektare pada September 2024, Terluas Sepanjang Tahun Ini

Deni Hermawan | 10 Oktober 2024, 15:27 WIB
Karhutla di Sumsel Tembus 6.749 Hektare pada September 2024, Terluas Sepanjang Tahun Ini

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada September 2024.

Berdasarkan data dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL), luas lahan yang terbakar pada bulan tersebut mencapai 6.749 hektare, yang menjadi catatan tertinggi sepanjang tahun ini. Dengan tambahan tersebut, total luas lahan yang terbakar dari Januari hingga September 2024 mencapai 9.697 hektare.

"Sampai dengan September 2024, luas lahan yang terbakar capai 6.749 hektare, sehingga total Karhutla sepanjang Januari-September mencapai 9.697 hektare.

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah paling terdampak dengan 3.570 hektare lahan yang terbakar," ujar Kepala BPPIKHL, Ferdian Krisnanto, Kamis (10/10/2024).

Karhutla pada tahun ini mencatatkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2020, luas Karhutla hanya 893,8 hektare, kemudian meningkat menjadi 3.497,1 hektare pada 2021, dan sedikit menurun di 2022 dengan total 3.401 hektare. Namun, angka tersebut belum melebihi Karhutla pada 2023 yang mencapai rekor 35.458,2 hektare.

"Luas Karhutla pada Januari hingga September 2024 memang lebih luas dibandingkan 2020 hingga 2022, namun belum lebih besar dibandingkan 2023," lanjut Ferdian.

Baca Juga: Jangan Langgar! Ini Aturan Penting SKD CPNS 2024 yang Bisa Menggagalkanmu

Ferdian juga merinci bahwa dari total 9.697 hektare lahan yang terbakar sepanjang 2024, sebanyak 6.382 hektare adalah lahan mineral, sementara sisanya, yaitu 3.316 hektare, merupakan lahan gambut.

Ia menjelaskan bahwa kebakaran yang meluas pada September lalu disebabkan oleh kondisi kemarau panjang yang masih melanda wilayah Sumsel.

"Panjangnya musim kemarau berkontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah kejadian kebakaran. Selain itu, jumlah hotspot pada September juga mencapai puncaknya dengan total 1.540 titik, yang menjadikan bulan tersebut paling banyak memunculkan titik api sepanjang tahun ini," ungkapnya.

Secara keseluruhan, jumlah titik panas yang terdeteksi dari Januari hingga September 2024 mencapai 3.684 titik. Ferdian menyebut bahwa penghitungan luas lahan terbakar dilakukan menggunakan citra satelit, di mana faktor ketersediaan citra yang jelas sangat memengaruhi ketepatan perhitungan.

"Perhitungan luas area terbakar dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada citra satelit berkualitas tinggi, khususnya pada bulan September ketika aktivitas titik api mencapai puncaknya," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto