Sumsel

95 Kali Water Bombing Dilakukan, Karhutla di Sumsel Belum Sepenuhnya Padam

Deni Hermawan | 7 November 2024, 15:30 WIB
95 Kali Water Bombing Dilakukan, Karhutla di Sumsel Belum Sepenuhnya Padam

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pemadaman karhutla di Sumatera Selatan terus dilakukan. Selama Rabu (6/11/2024), empat helikopter water bombing melakukan 95 kali penerbangan untuk menjatuhkan air ke titik-titik api di seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan Muara Enim.

“Hanya di Gelumbang yang pemadamannya berhasil total. Dua lokasi lain, Tulung Selapan dan Cempaka, masih menunjukkan kepulan asap,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Kamis (7/11/2024).

Salah satu kendala besar dalam operasi pemadaman ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Cuaca buruk menghentikan operasi di Tulung Selapan setelah dua helikopter melakukan 24 kali water bombing.

“Karena cuaca buruk kami terpaksa menghentikan pemadaman di sana. Pemantauan akan dilanjutkan untuk memastikan apakah asap masih membandel, dan jika perlu, water bombing akan dilanjutkan,” jelas Sudirman.

Hal serupa terjadi di Cempaka, di mana satu helikopter dikerahkan untuk 19 kali water bombing, namun belum berhasil memadamkan api sepenuhnya.

Baca Juga: Sempat Padam, Karhutla Kembali Terjadi di Sumsel, Pemadaman Terkendala Cuaca Buruk

Meski upaya terus dilakukan, tantangan seperti cuaca buruk dan area yang sulit dijangkau menjadi penghambat utama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hingga kini, BPBD Sumsel mengandalkan sisa enam helikopter water bombing untuk operasi pemadaman. Dari total 17 helikopter yang didatangkan sepanjang musim karhutla, satu unit harus dinonaktifkan karena mencapai batas waktu terbangnya, yaitu 300 jam. Sementara itu, untuk patroli udara masih tersedia dua helikopter.

“Selama penanganan karhutla, telah diterjunkan 17 helikopter, dengan empat unit digunakan untuk patroli udara dan 13 unit lainnya untuk melakukan water bombing* Saat ini, hanya tersisa dua helikopter patroli udara dan enam helikopter yang aktif untuk operasi water bombing,” ungkapnya. (Kurnia)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto