Sumsel

Didanai Harta Rampasan Perang, Inilah Sejarah Jembatan Ampera yang Jadi Cagar Budaya Baru Palembang

St Shofia Munawaroh | 21 Februari 2025, 11:11 WIB
Didanai Harta Rampasan Perang, Inilah Sejarah Jembatan Ampera yang Jadi Cagar Budaya Baru Palembang

AKURAT. CO SUMSEL - Jembatan Ampera resmi ditetapkan jadi cagar budaya baru Palembang oleh Pemerintah setempat pada Kamis (20/2). 

Salah satu lambang Palembang ini terletak di tengah kota, menjadi penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

Menilik dari sisi sejarah, Jembatan Ampera dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, tepatnya pada tahun 1662 atas permintaan masyarakat.

Baca Juga: Oppo Find N5 Resmi Dirilis, Ponsel Lipat Tertipis dengan Teknologi Canggih

Karena sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat menggunakan perahu kecil untuk menuju Seberang Ulu maupun sebaliknya.

Hal ini dirasa kurang efektif karena membutuhkan waktu yang lama.

Akhirnya, melalui Dewan Kota Palembang, masyarakat menyampaikan keinginannya agar dibangunkan jembatan penghubung antara Ulu dan Ilir.

Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS Naik Lagi, Simak Daftar Terbarunya di Pegadaian

Awalnya, Jembatan Ampera diberi nama Jembatan Soekarno.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih masyarakat kepada Presiden Soekarno saat itu.

Namun, karena Bung Karno menolak namanya pun diganti menjadi Jembatan Ampera (Amanah Perintah Rakyat) satu tahun kemudian.

Baca Juga: 6 Film Bioskop PTC Mall Palembang ini Siap Menghiburmu di Akhir Pekan

Satu lagi yang menarik dari Jembatan Ampera adalah, ternyatan biaya pembangunan ini didapat dari hasil rampasan perang dengan Jepang.

Hal serupa juga terjadi pada proses pembangunan Tugu Monas di Jakarta.

Baca Juga: 6 Cagar Budaya Baru Palembang, 4 Diantaranya Bisa Jadi Destinasi Wisata Akhir Pekan

Untuk diketahui, Jembatan yang baru saja diresmikan jadi cagar budaya baru Palembang ini memiliki struktur bangunan sebagai berikut:

- Panjang Jembatan Ampera mencapai 1,117 meter, lebar 22 meter

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 21 Februari 2025, BMKG Sebut 10 Wilayah Sumsel Akan Diguyur Hujan Petir

- Tinggi jembatan 11,5 meter di atas permukaan air, sementara tinggi menara mencapai 63 meter dari tanah. 

- Jarak antar menara sekitar 75 meter dengan berat jembatan berkisar 944 ton. 

***

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.