Sumsel

Eddy Soeparno Apresiasi 9 Insentif Ekonomi Prabowo untuk 2027, Soroti Daya Beli Pekerja

Kurnia | 30 Oktober 2026, 13:13 WIB
Eddy Soeparno Apresiasi 9 Insentif Ekonomi Prabowo untuk 2027, Soroti Daya Beli Pekerja
Presiden Prabowo, Foto: KSP

AKURAT.CO SUMSEL Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Eddy Soeparno, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyiapkan sembilan insentif ekonomi untuk 2027.

Menurut Eddy, kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat, melindungi pendapatan pekerja, serta mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Eddy mengatakan, insentif ekonomi pemerintah harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pekerja dan kelompok produktif. Sebab, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja.

"Salah satu kebijakan yang penting adalah perluasan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan penghasilan hingga Rp10 juta per bulan di seluruh sektor usaha," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat meningkatkan pendapatan yang bisa dibelanjakan pekerja sehingga konsumsi rumah tangga tetap terjaga.

Baca Juga: Kabar Duka, Aktor Patrick Stewart Pemeran Profesor X di X-Men Meninggal Dunia

Dampaknya juga diharapkan dapat dirasakan berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Eddy menjelaskan, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu menjaga kemampuan belanja masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Selain insentif perpajakan, Eddy menyoroti pentingnya keberlanjutan program magang nasional dan penguatan pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dia menilai program magang nasional perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan yang dibutuhkan dunia industri.

"Program magang nasional harus menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh pengalaman kerja yang nyata. Kita ingin peserta tidak sekadar mendapatkan pekerjaan atau kesempatan magang dalam jangka pendek, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengalaman profesional, dan pemahaman tentang dunia kerja," katanya.

Eddy juga mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui peningkatan keterampilan (upskilling) dan pembaruan keterampilan (reskilling).

Menurutnya, upaya tersebut penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan pemerintah agar pelaksanaan sembilan insentif ekonomi 2027 dilakukan secara tepat sasaran.

Dia menilai kejelasan regulasi, kemudahan akses, serta pengawasan pelaksanaan menjadi faktor penting agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Eddy berharap insentif ekonomi yang disiapkan pemerintah tidak hanya mendorong konsumsi dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat daya saing tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan UMKM.

Dengan demikian, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia