Harga Biji Kopi di Sumsel Melonjak, Begini Kata Pengusaha Kopi

AKURAT.CO SUMSEL Harga biji kopi di Sumatera Selatan, terutama dari daerah Pagar Alam dan Semendo, telah mencapai rekor tertinggi, menembus angka Rp130 ribu per kilogram untuk biji kopi petik buah merah dan Rp72 ribu per kilogram untuk kualitas asalan.
Kenaikan harga ini memberikan tantangan besar bagi pengusaha kopi lokal serta memengaruhi kebiasaan konsumen di wilayah tersebut.
Owner Sangkar Coffee, Adyos Tri Wicaksono memastikan bahwa tidak akan menaikkan harga kopi, karena kebanyakan pelanggan di Sangkar adalah para mahasiswa. Jika, harga jual dinaikkan maka akan sangat berpengaruh pada customer yang ada.
"Sepertinya kita tidak akan menaikkan harga jual, jika dinaikkan akan berpengaruh pada pelanggan terlebih lagi di Sangkar ini kebanyakan pelajar," ujarnya, Kamis (13/6/2024).
Baca Juga: Pastikan Hewan Kurban Layak, DKPP Sumsel Pantau 17 Kandang Hewan Kurban
Sementara itu, pengusaha dari Kedai Kopi Loer, Mirza Oktaviansyah mengungkapkan bahwa kenaikan harga kopi yang signifikan membuat mereka kesulitan mendapatkan pasokan kopi lokal.
“Untuk kopi Semendo dan Pagar Alam cukup sulit mendapatkan pasokan karena kami harus bersaing dengan eksportir. Makanya menu kopi kami kebanyakan dari luar Sumsel,” ujarnya.
Kedai Kopi Loer biasanya menghabiskan 30-40 kilogram kopi houseblend (campuran Robusta dan Arabica) per bulan. Namun, karena harga kopi yang terus meningkat, mereka kekurangan pasokan kopi dari Sumsel.
"Petani lebih memilih menjual hasil panen ke tengkulak, sehingga pemasok kopi ke kedai hanya mendapatkan sedikit. Kami mencari pemasok atau roaster di luar Sumsel seperti dari Jawa dan Bali," jelasnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








