Sumsel

Penyaluran Beras SPHP di Sumsel Capai 61,11% pada Pertengahan 2024

Haris Ma'ani | 15 Juni 2024, 22:00 WIB
Penyaluran Beras SPHP di Sumsel Capai 61,11% pada Pertengahan 2024

AKURAT.CO SUMSEL Perum Bulog Divre Sumsel Babel terus berupaya menjaga ketahanan pangan di wilayahnya dengan memastikan ketersediaan beras yang cukup hingga panen raya tahun depan.

Hal ini dilakukan melalui penyaluran program beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang stabil, serta penerimaan beras impor.

Hingga pertengahan tahun 2024, penyaluran SPHP di wilayah Sumsel telah mencapai 61,11% dari target total 44.300 ton. Jumlah beras yang telah didistribusikan mencapai 27.073 ton, sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Selain SPHP, Bulog juga terus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan pangan periode Januari hingga Mei 2024 telah selesai, dan akan dilanjutkan untuk bulan Juni dengan alokasi sebanyak 6.191 ton. Penerima bantuan pangan ini adalah masyarakat yang terdaftar dalam P3KE Kementerian Kemenko PMK.

Di sisi lain, Bulog juga terus menyerap gabah dari petani di daerah-daerah yang sedang panen. Hal ini dilakukan untuk menjaga stok beras yang cukup dan membantu meningkatkan pendapatan petani.

Baca Juga: Viral! Wali Nikah Baku Hantam dengan Mempelai Usai Ijab Kabul, Netizen: Kok Bisa

Untuk memperkuat ketahanan pangan, Bulog juga menerima beras impor yang merupakan bagian dari strategi nasional.

Hingga saat ini, telah diterima sebanyak 65 ribu ton beras impor, dengan sekitar 4.700 ton sedang dalam proses pembongkaran dan diperkirakan masih akan masuk sekitar 10 ribu ton lagi.

"Kami yakin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga masa panen tahun berikutnya karena stok beras yang tersedia saat ini mencapai 54.625 ton dengan stok impor yang hampir mencapai 15 ribu ton," ungkap, Pimpinan Wilayah Bulog Divre Sumsel Babel, Elis Nurhayati, Sabtu (15/6/2024).

Elis menambahkan bahwa Bulog berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga beras dan memastikan ketersediaannya bagi masyarakat.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi beras," tutupnya. (Kurnia)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto