Sumsel

Pastikan Nataru Aman, Bulog Sumsel-Babel Siagakan 83.661 Ton Beras

Maman Suparman | 24 Desember 2025, 16:00 WIB
Pastikan Nataru Aman, Bulog Sumsel-Babel Siagakan 83.661 Ton Beras

AKURAT.CO SUMSEL Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) memberikan jaminan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Hingga saat ini, stok beras di gudang-gudang Bulog tercatat mencapai 83.661 ton, jumlah yang diklaim sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel-Babel, Mersi Windrayani, menegaskan bahwa ketahanan stok pangan saat ini berada pada level yang sangat aman.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan kebutuhan pokok selama periode Nataru.

"Kami pastikan stok beras cukup untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru. Saat ini total stok yang kami kuasai mencapai 83.661 ton," ujar Mersi dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

Selain mengandalkan stok beras subsidi, Perum Bulog Sumsel-Babel juga menyiagakan beragam komoditas pangan komersial guna menjaga stabilitas harga di pasar.

Baca Juga: IRT di Palembang Kepergok Copet Dompet Berisi Emas dan Uang Belasan Juta di Pasar Sunan

Saat ini, tersedia pasokan minyak goreng sebanyak 273.886 liter, gula pasir sebanyak 170 ton, serta beras komersial sebanyak 497 ton.

Selain itu, stok tepung terigu juga dipastikan aman dengan ketersediaan mencapai 500 kilogram, yang seluruhnya siap didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama masa libur akhir tahun.

Guna menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga, Bulog terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Mersi menyebutkan bahwa hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan sebanyak 31.919 ton beras SPHP ke berbagai titik distribusi di wilayah Sumsel-Babel.

"Kami juga menerapkan strategi penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta pelaksanaan operasi pasar secara rutin," tambahnya.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan.

Bulog memastikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan jaringan distributor terus diperkuat agar arus distribusi pangan ke pasar-pasar tradisional maupun ritel berjalan lancar dan efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia