Sumsel Perkuat Kemandirian Pangan, Enam Daerah Jadi Pemasok Utama Pasar Induk Jakabaring

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel serius menggenjot kemandirian pangan daerah dengan memetakan enam wilayah prioritas sebagai pemasok utama komoditas ke Pasar Induk Jakabaring, Palembang.
Strategi ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah dan memaksimalkan potensi pertanian lokal yang dinilai sangat besar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, mengungkapkan bahwa saat ini proses pemetaan untuk enam daerah tersebut sedang berlangsung.
"Kurang lebih ada enam daerah yang akan menjadi pemasok kebutuhan pangan. Selama ini memang banyak kita mengambil pasokan dari luar, padahal potensi kita sangat besar," ujar Ruzuan, Jumat (28/11/2025).
Enam daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan prioritas tersebut adalah Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Musi Rawas, Pagar Alam, dan Palembang.
Baca Juga: Motor Mogok, Remaja Palembang Lempar TV Rusak, Berujung Dikeroyok Tetangga Gegara Kena Ayam
Ruzuan menjelaskan, Pemprov tidak akan memaksakan satu jenis komoditas untuk semua daerah. Sebaliknya, wilayah-wilayah ini akan diatur pola budi daya dan penanamannya secara spesifik, disesuaikan dengan kondisi geografis.
"Nanti akan disesuaikan dengan tipologi dan topografi lahan di daerah. Kita tidak akan memaksakan lahan untuk ditanam komoditi tertentu," katanya.
Pengaturan pola tanam yang terstruktur ini diharapkan mampu mengatasi masalah klasik, yaitu penumpukan pasokan pada momen tertentu yang menyebabkan harga jatuh, atau sebaliknya, kelangkaan yang memicu inflasi.
Target utama dari program ini adalah memastikan Sumsel mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri. Menurut Ruzuan, potensi di Sumsel sebenarnya tidak kurang, namun pola tanam yang selama ini tidak teratur menjadi kendala.
Ia mencontohkan komoditas strategis seperti bawang merah. Saat ini, suplai bawang merah dari produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 3% dari total kebutuhan daerah.
"Bawang merah itu cuma 3% yang bisa menyuplai, padahal potensi kita ada dan cukup besar. Ini yang sedang kita dorong," tegas Ruzuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 2BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 3Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 4Rekrutmen TNI AD 2027 Dibuka, Ini Jadwal Bintara dan Tamtama serta Cara Daftarnya
- 5Daftar Hari Besar Nasional November 2026, Cek Tanggal Merah dan Hari Liburnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Stabil Hari Ini, Termahal Rp13,7 Juta per Suku
- 75 Ramalan Zodiak Senin 2 November 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 8Ramalan Zodiak Sagitarius Hari Ini, Selasa 3 November 2026: Ada Peluang Baru, Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









