Sumsel

Target APBD Sumsel 2026 Tembus Rp9,6 Triliun, Pemprov Andalkan Strategi Digitalisasi dan E-Retribusi

Maman Suparman | 14 November 2025, 22:00 WIB
Target APBD Sumsel 2026 Tembus Rp9,6 Triliun, Pemprov Andalkan Strategi Digitalisasi dan E-Retribusi

AKURAT.CO SUMSEL Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat paripurna pada Jumat (14/11/2025) untuk mendengarkan jawaban Gubernur Sumsel atas pemandangan umum fraksi-fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel Tahun Anggaran 2026.

Dalam paripurna tersebut, terungkap bahwa rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) APBD Sumsel 2026 menargetkan pendapatan daerah mencapai angka Rp9.639.432.188.404.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel menyebutkan bahwa target ambisius ini mencerminkan optimisme Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam meningkatkan pendapatan daerah pada tahun 2026. 

Untuk mencapai target pendapatan tersebut, Pemprov Sumsel telah menyiapkan sejumlah strategi kunci, yang banyak berfokus pada modernisasi dan digitalisasi sistem keuangan daerah.

Strategi tersebut meliputi Sosialisasi dan edukasi kepada wajib pajak, kerja sama penagihan hingga tingkat desa/kelurahan melalui BUMDes dan koperasii, Integrasi data dan peningkatan layanan informasi, Penagihan digital dan modernisasi sistem retribusi pelayanan publik dan Evaluasi kinerja dan penguatan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sekda menambahkan bahwa salah satu inovasi utama adalah peluncuran E-Retribusi pada tahun 2024. Sistem E-Retribusi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemungutan, memperkuat transformasi digital, serta mengintegrasikan pemungutan retribusi oleh 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"E-Retribusi sudah berjalan sejak Desember 2024 dengan output pembayaran yang semula tunai kini beralih ke non-tunai melalui QRIS bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel," jelasnya.

Selain itu, Pemprov juga sepakat dengan Fraksi PKB mengenai perlunya reorientasi bisnis BUMD agar lebih adaptif dan inovatif, terutama dalam memanfaatkan peluang investasi hijau, energi terbarukan, dan ekonomi digital.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia