Sumsel

11 Daerah di Sumsel Ditetapkan Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Ingatkan Pemda Siaga

Maman Suparman | 6 November 2025, 17:28 WIB
11 Daerah di Sumsel Ditetapkan Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Ingatkan Pemda Siaga

AKURAT.CO SUMSEL Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Sebab, 11 daerah di Sumsel tercatat sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahabana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan, wilayah tersebut meliputi Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Banyuasin (Muba), Prabumulih, dan Banyuasin.

“Seluruh daerah di Sumsel sebenarnya berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi. Namun, 11 daerah ini termasuk paling rawan karena kejadian banjir dan longsor selalu berulang hampir setiap tahun,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Sudirman menjelaskan, banjir paling sering melanda kawasan dengan topografi rendah dan dilintasi aliran sungai besar, sementara tanah longsor umumnya terjadi di wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi.

Baca Juga: Dua Kurir Sabu Asal Aceh Akui Diupah Rp8 Juta untuk Antar 4,1 Kg Sabu ke Palembang

“Wilayah-wilayah di dataran tinggi dan sepanjang aliran sungai menjadi perhatian utama karena sering terjadi bencana saat musim hujan,” jelasnya.

Selain memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada, BPBD Sumsel juga mendorong pemerintah daerah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi lebih awal, agar penanganan dampak bencana dapat dilakukan dengan cepat.

“Langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, bukan setelah bencana terjadi,” tegasnya.

Untuk meminimalkan risiko, BPBD Sumsel kini gencar melibatkan masyarakat dalam program mitigasi bencana, termasuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang cara menghadapi situasi darurat. Selain itu, kerja sama lintas instansi juga dilakukan untuk memperkuat sistem peringatan dini dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, dinas teknis, dan pemerintah daerah agar penanganan bencana lebih terencana dan cepat,” tutur Sudirman.

Ia juga mengimbau warga di daerah rawan bencana agar tidak lengah menghadapi meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.

“Masyarakat harus selalu waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia