Sumsel

Gubernur Sumsel Gandeng Pemuda Cegah Karhutla Lewat Edukasi Bencana

Maman Suparman | 25 Juni 2025, 12:59 WIB
Gubernur Sumsel Gandeng Pemuda Cegah Karhutla Lewat Edukasi Bencana

AKURAT.CO SUMSEL Untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Gubernur Sumatera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Ogan Ilir menggelar kegiatan edukasi bertema "Peran Pemuda Bersama Pemerintah dalam Pencegahan dan Penanganan Karhutla".

Kegiatan ini berlangsung, Selasa (24/6/2025) di Gedung TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan diikuti sebanyak 80 peserta yang terdiri dari berbagai stakeholder terkait dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ogan Ilir.

Acara dibuka secara resmi oleh Kalaksa BPBD Provinsi Sumsel, M Iqbal Alisyahbana yang diwakili oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Ferri Yanuar, SKM., M.Kes.

Kegiatan edukasi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Turut hadir dalam pembukaan antara lain Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum & Politik Ogan Ilir, Ibnu Hardi, S.Sos. M.Si Kepala BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmad, M.Si.
Lalu, anggota Forkopimda Kabupaten Ogan Ilir, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, tamu undangan, narasumber, dan 80 peserta.

Dalam sambutannya, Ferri Yanuar menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pemuda dalam upaya pencegahan Karhutla, khususnya di wilayah yang rawan seperti Ogan Ilir.

“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab instansi teknis, tapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, terutama pemuda sebagai agen perubahan sebagaimana arahan dari Bapak Gubernur Sumsel, H. Herman Deru,” ujar Ferri.

Ia juga mengajak peserta untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan serta sigap dalam mendeteksi potensi Karhutla sejak dini.

Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menghadapi musim kemarau 2025, di mana risiko kebakaran lahan diperkirakan meningkat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia