Sumsel

Kondisi Neraca Perdagangan Sumsel Alami Surplus Sebesar US$3,80, Ini Penyebabnya

Muhammad Husni Mushonifi | 30 Oktober 2023, 18:00 WIB
Kondisi Neraca Perdagangan Sumsel Alami Surplus Sebesar US$3,80, Ini Penyebabnya

AKURAT.CO SUMSEL Secara keseluruhan, neraca perdagangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih mengalami surplus sebesar US$3,80 miliar hingga kuartal ketiga, yang berlangsung dari Januari hingga September 2023.

Kepala BDK Palembang, Denny Handoyo Supriatman mengatakan angka neraca perdagangan itu di sumbangkan dari nilai ekspor sampai dengan September 2023 ini sebesar US$4,9 miliar dan impor sebesar US$1,1 miliar.

"Secara keseluruhan, neraca perdagangan Sumsel masih mengalami surplus sebesar US$197,11 juta hingga September," ujarnya, Senin (30/10/2023).

Dia menjelaskan ekspor Sumsel masih didominasi oleh Batubara, Pulp dan Karet dengan devisa ekspor batubara tercatat sebesar US$2,1 miliar. Sementara dari sisi impor, Provinsi Sumsel masih disokong oleh mesin dan generator dan mencatatkan devisa impor mesin sebesar US$0,3 miliar.

Menurut Denny, beberapa indikator termasuk tren positif dalam konsumsi, produksi, dan investasi, menunjukkan bahwa surplus tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian Sumsel yang masih terjaga dengan baik.

"Dilihat dari indikator konsumsi, indeks keyakinan konsumen Sumsel (IKK) berada di level optimis sebesar 143,9 persen. Selain itu, kredit konsumen terus meningkat hingga mencapai Rp43,10 triliun pada Kuartal III," jelasnya.

Baca Juga: Terkuak Modus Pasutri Bobol Uang Bank Rp 5,1 Milliar, Gunakan 41 KTP Buat Kartu Kredit

Dilihat dari indikator produksi dan investasi, yang terdiri dari tiga sub penilaian yakni impor bahan baku dan penolong, kredit modal kerja dan investasi, dan impor barang modal, ketiganya menunjukkan grafik yang positif, bahkan lebih baik.

Namun demikian, Denny menyatakan bahwa kondisi komoditas unggulan yang memengaruhi neraca perdagangan harus menjadi peringatan bagi Sumsel. Salah satunya adalah tren penurunan ekspor saat harga komoditas unggulan mulai menjadi normal.

"Setelah sempat mencatat era emas di tahun sebelumnya atau tepatnya di masa pandemi, saat ini sudah berangsur normal dan tren menurun," kata Denny.

Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut sudah mulai berdampak, seperti yang ditunjukkan oleh kontraksi ekspor tahunan Sumsel sebesar -40,92 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.