Asah Kemampuan, Petinggi Polda Sumsel Latihan Menembak

AKURAT.CO SUMSEL Wakapolda Sumsel Brigjen Pol M Zulkarnainbersama para Penjabat Utama (PJU) Polda Sumsel mengasah kemampuan dalam enggunakan senjata api dengan menggelar latihan tembak di Lapangan Tembak Kerta Kerma Polda Sumsel, Rabu (6/3/2024).
Dengan didampingi langsung instruktur profesional dari Sat Brimobda Polda Sumsel, Brigjen Pol M Zulkarnain terlihat sangat fokus membidik sasaran target.
Pria berpangkat bintang satu dibahunya ini meminta instruktur agar jangan ragu menegur jika dirinya tidak fokus atau salah saat menjalani latihan menembak.
“Saya bersama para PJU Polda Sumsel menggelar latihan kali ini bertujuan agar kita sebagai aparat penegak hukum semakin mahir dalam kemampuan menembak. Skil penggunaan senjata api sangat penting bagi kita," jelasnya seusai latihan tembak.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto mengatakan bahwa Kapolda Wakapolda bersama PJU Polda Sumsel kerap melakukan latihan menembak.
"Pak Waka dilatihan kali ini sangat fokus bahkan beliau menggunakan momen kali ini untuk tetap serius serta bertekad memberikan yang terbaik dalam latihan tersebut, ” katanya.
Baca Juga: Kapolda Sumsel Mutasi 8 Pejabat Utama, Ini Daftarnya
Menurut Kombes Pol Sunarto dengan seringnya melakukan latihan menembak tentunya akan membuat petinggi Polda Sumsel lebih profesional dan mahir dalam penggunaan senjata api.
"Latihan kali ini langsung didampingi instruktur profesional dari Sat Brimobda Polda Sumsel. Peserta latihan di tuntun untuk mengenal fungsi item senjata serta SOP dan teknis tembakan," jelas mantan Kabid Humas Polda Riau.
Pantauan dilokasi, sejumlah PJU seperti Karorena Polda Sumsel Kombes Pol Toto Wibowo, Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo,
Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Agus Halimuddin, Kabid Humas Polda Kombes Pol Sunarto dan beberapa PJU lainnya hadir meramaikan latihan tembak. (Deni K)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









