Polda Sumsel Pastikan Dapur Program Makanan Bergizi Gratis Aman dan Higienis

AKURAT.CO SUMSEL Menyusul terjadinya beberapa kasus keracunan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan, Polda Sumsel memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola jajarannya berjalan sesuai standar higienitas.
Asesor pembangunan SPPG MBG Polda Sumsel, AKBP M Idram Suhairi, mengatakan pengawasan dilakukan ketat sejak bahan makanan tiba, proses pengolahan, hingga makanan diterima oleh siswa penerima manfaat.
“Semua tahap dijalankan dengan kontrol penuh, mulai dari bahan datang, proses memasak, distribusi, sampai sampai ke tangan siswa,” ujar Idram, Jumat (3/10/2025).
Saat ini, Polda Sumsel mengoperasikan empat dapur SPPG, yakni di Kompleks Pakri Jalan Bambang Utoyo Palembang, serta di Polres OKI, Polres Ogan Ilir, dan Polres Lubuklinggau. Setiap hari, dapur tersebut mendistribusikan makanan untuk 3.492 siswa penerima MBG.
Baca Juga: Apple Naikkan Produksi iPhone 17 Pro dan Pro Max, Tembus 90 Juta Unit
Idram menjelaskan, bahan makanan diperoleh dari pemasok terpercaya dan disimpan dalam freezer sebelum diolah. Proses memasak juga dibagi ke dalam dua tim berbeda.
Tim persiapan bahan bekerja mulai pukul 16.00 hingga 01.00 dini hari, sedangkan tim masak mulai pukul 03.00 hingga 06.00 pagi.
“Setelah matang, makanan didinginkan terlebih dahulu di tempat khusus agar tidak menimbulkan uap yang dapat mempercepat kerusakan saat ditutup,” jelasnya.
Distribusi dilakukan maksimal enam jam setelah proses memasak selesai. Untuk siswa kelas 1–3 SD, makanan dikirim lebih awal dibanding siswa kelas 4 SD hingga tingkat SMA.
Idram menambahkan, desain dapur SPPG Polda Sumsel juga dibuat sesuai standar khusus. Lantai menggunakan epoxy agar mudah dibersihkan, jendela dibatasi untuk mencegah kontaminasi, serta air yang dipakai sudah melalui uji laboratorium.
Dari total 47 tenaga kerja, terdiri atas 14 orang pencuci ompreng, tujuh juru masak dipimpin seorang chef, serta tim persiapan bahan makanan. Seluruh tenaga kerja telah menjalani tes kesehatan, psikotes, dan pelatihan higienis.
“Bahkan proses pencucian ompreng dilakukan dua kali, memakai air bersih dan air hangat untuk sterilisasi. Chef profesional juga dilibatkan untuk memastikan kualitas makanan,” ujarnya.
Idram menegaskan, keamanan dan mutu makanan MBG menjadi prioritas utama. “Tidak hanya sekadar memasak, tapi bagaimana memastikan anak-anak bisa makan dengan aman dan sehat,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









