5 Gereja Menakjubkan di Indonesia, Perpaduan Arsitektur Klasik dan Modern

AKURAT.CO SUMSEL Indonesia, dengan sejarah panjangnya yang dipenuhi oleh beragam pengaruh budaya dan agama, memiliki banyak gereja yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai karya seni arsitektur yang menakjubkan.
Berikut adalah lima gereja yang menonjol di seluruh nusantara, masing-masing dengan keunikan dan keindahan yang mencerminkan warisan budaya lokal serta gaya arsitektur yang memukau:
1. Gereja Katolik Our Lady of Vailankanni Medan
Terletak di Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Gereja Graha Maria Annai Velangkanni adalah contoh arsitektur religius yang menggabungkan gaya Indo-Mogul dengan desain modern.
Didedikasikan untuk Our Lady of Good Health, gereja ini memiliki dua lantai dan menara tujuh lantai. Dengan desain yang memadukan unsur kuil, gereja ini bertujuan untuk memberikan tempat perlindungan dan kedamaian kepada umatnya.
2. Gereja Santo Fransiskus Asisi Berastagi
Berada di kaki Gunung Sinabung, Gereja Santo Fransiskus Asisi di Berastagi menggabungkan arsitektur Batak Karo lokal dengan konstruksi Barat.
Dengan dua bagian utama—aula doa dan paviliun kecil—gereja ini mencerminkan nilai-nilai lokal dalam desainnya. Selain itu, para pengunjung bisa menikmati hidangan lokal Karo di sekitar gereja.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ngamuk di Instagram, Ogah Terima Undangan Podcast Bahas Masalah Pribadi
3. Gereja Regina Caeli Jakarta
Gereja Regina Caeli di Jakarta Utara menonjol dengan desain modern yang terinspirasi oleh bentuk kapal. Dirancang oleh arsitek ternama Sardjono Sani, gereja ini dapat menampung hingga 1.000 jemaat.
Terletak di dekat hutan bakau, bangunan ini mencerminkan keindahan dan keterhubungan dengan lingkungan urban Jakarta.
4. Gereja Palasari Bali
Diresmikan pada September 1940, Gereja Palasari di Bali memadukan arsitektur Gotik dengan elemen budaya Bali. Gerbang adat Bali dan pakaian tradisional yang dikenakan jemaat menciptakan suasana yang harmonis antara budaya lokal dan praktik agama.
Gereja ini menunjukkan bagaimana kehidupan beragama dapat menyatu dengan budaya tradisional Bali.
5. Gereja Pohsarang Kediri
Terletak di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut di kaki Gunung Wilis, Gereja Pohsarang memiliki struktur yang simbolis. Dengan tiga pintu masuk—yang masing-masing memiliki makna religius—gereja ini dirancang oleh Romo Jan Wolters dan arsitek Henricus Maclaine Pont.
Menggunakan material lokal dan gaya yang mirip dengan Museum Trowulan, gereja ini adalah harta karun arsitektur yang menggambarkan sejarah dan warisan Majapahit.
Setiap gereja ini tidak hanya melayani kebutuhan spiritual tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya dan sejarah Indonesia, menunjukkan bagaimana agama dan budaya saling berinteraksi dan berkembang seiring waktu. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








