Sumsel

Kenapa Kita Sering Malas Bekerja? Ini 5 Alasan dan Cara Mengatasinya

Maman Suparman | 15 September 2025, 10:00 WIB
Kenapa Kita Sering Malas Bekerja? Ini 5 Alasan dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO SUMSEL Siapa yang tidak pernah merasa malas saat jam kerja? Perasaan ini seringkali datang tanpa diundang, membuat produktivitas menurun.

Tapi, apa sebenarnya yang menjadi penyebab rasa malas itu? Berikut adalah lima alasan umum mengapa kita sering malas bekerja dan bagaimana cara mengatasinya. 

1. Kurangnya Motivasi atau Tujuan yang Jelas

Salah satu penyebab utama rasa malas adalah tidak adanya motivasi.

Saat kita tidak memiliki tujuan yang jelas atau tidak merasa bahwa pekerjaan kita bermakna, semangat untuk bekerja akan memudar. Rasa jenuh dan tidak bersemangat pun muncul. 

2. Kurang Tidur dan Pola Hidup Tidak Sehat

Baca Juga: Belum Sepekan Dilantik, Menkeu Purbaya Siap Dukung 6 Paket Kebijakan Ekonomi Percepat Pembangunan

Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga memengaruhi konsentrasi dan mood. Pola makan yang tidak teratur.

Kurangnya aktivitas fisik, dan dehidrasi juga dapat menurunkan tingkat energi dan membuat kita merasa lesu.

3. Lingkungan Kerja yang Tidak Nyaman

Lingkungan kerja yang penuh tekanan, rekan kerja yang tidak suportif, atau atasan yang tidak menghargai bisa menjadi pemicu utama rasa malas.

Stres yang berkepanjangan dapat membuat kita kehilangan gairah untuk bekerja. 

4. Tugas yang Monoton dan Berulang

Melakukan pekerjaan yang sama setiap hari bisa sangat membosankan. Rutinitas yang monoton menghilangkan tantangan dan membuat otak tidak terstimulasi.

Ini bisa menyebabkan kita merasa malas dan tidak produktif. 

5. Burnout atau Kelelahan Mental dan Fisik

Rasa malas bisa jadi tanda awal burnout akibat terlalu banyak bekerja tanpa istirahat yang cukup. Saat tubuh dan pikiran sudah lelah, kita akan kesulitan untuk fokus dan menyelesaikan pekerjaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia