AJI Palembang Dorong Peran Jurnalis dalam Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan

AKURAT.CO SUMSEL Isu transisi energi kini tak lagi sebatas pergantian sumber energi dari fosil ke terbarukan.
Lebih dalam dari itu, transisi energi menyangkut keberlangsungan ekonomi lokal, dampak lingkungan, hingga nasib para pekerja. Menyadari pentingnya peran jurnalis dalam mengawal proses ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang menggelar Pelatihan Jurnalisme Transisi Energi, Kamis (31/7/2025), di Fave Hotel Palembang.
Mengusung tema "Jurnalisme Energi: Pendalaman Isu dan Penguatan Hasil Liputan di Media Sosial", pelatihan ini menghadirkan 30 jurnalis terpilih dari berbagai platform media, mulai dari cetak, daring, radio, hingga komunitas jurnalis di Sumatera Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Yayasan Mitra Hijau.
Ketua AJI Palembang, M. Fajar Wiko, dalam sambutannya menegaskan bahwa jurnalis harus hadir lebih dalam dalam setiap isu transisi energi.
Baca Juga: Jadwal Bioskop CGV Cinepolis Palembang Sabtu 2 Agustus 2025
“Transisi energi bukan hanya soal mengganti batu bara dengan energi terbarukan. Ini menyangkut banyak aspek ekonomi lokal, konflik lahan, hingga masa depan pekerja. Jurnalis harus bisa menggali dan menyajikan informasi ini secara mendalam dan edukatif,” ujarnya.
Salah satu narasumber utama, Hari Wibawa, Kabid Perekonomian dan Pembangunan Bappeda Sumsel, mengungkapkan fakta mencolok: energi fosil masih menyumbang 24% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Selatan, namun hanya menyerap 2,26% tenaga kerja.
“Kondisi ini mencerminkan ketimpangan yang harus segera ditangani melalui kebijakan transisi energi yang terarah dan inklusif,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Hari, telah menyusun arah kebijakan transisi energi. Namun ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif media dalam menyuarakan perubahan.
Sementara itu, Yudi Thirzano, Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel, mengajak peserta untuk menyajikan peliputan energi dengan perspektif yang lebih tajam.
“Liputan energi bukan sekadar angka produksi atau potensi investasi. Jurnalis harus menyuarakan dampaknya terhadap masyarakat, keadilan distribusi energi, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selain paparan narasumber, peserta juga mengikuti sesi workshop penyusunan ide liputan dan pelatihan distribusi konten via media sosial, guna memperluas jangkauan pesan-pesan transisi energi kepada publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





