Sumsel

BMKG Imbau Warga Sumsel Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 30 November 2025

St Shofia Munawaroh | 26 November 2025, 20:42 WIB
BMKG Imbau Warga Sumsel Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 30 November 2025

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) agar waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Peringatan ini berlaku hingga 30 November 2025.

Berdasarkan penjelasan BMKG, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Kelvin yang diperkuat dengan pola konvergensi serta belokan angin di beberapa wilayah sumsel. 

Baca Juga: Meski Masuk Empat Besar, Kopi Sumsel Masih Belum Punya Nama Besar

Prediksi Sebaran Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem

24-26 November 2025 (hujan sore hingga malam hari) 

- Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Prabumulih, OKU, Palembang, dan OKI.

Baca Juga: Penerbangan Langsung Palembang–Singapura Dibuka Kembali, Sumsel Perkuat Konektivitas Internasional

27-30 November 2025 (hujan sore hingga malam hari) 

- OKU Selatan, OKU Timur, OKU, Muara Enim, Lahat, Prabumulih, OKI, Banyuasin, dan Musi Rawas.

Imbauan BMKG

Baca Juga: RS Ernaldi Bahar Tangani Pasien Adiksi Gadget, Siapkan Dokter Spesialis Subspesialisasi Kejiwaan

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat memastikan drainase dan saluran air tetap bersih untuk mencegah banjir akibat tersumbatnya aliran air.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan luapan air secara tiba-tiba.

Imbauan BPBD

Baca Juga: RS Ernaldi Bahar Tangani Pasien Adiksi Gadget, Siapkan Dokter Spesialis Subspesialisasi Kejiwaan

Sementara itu, BPBD Sumsel juga mengatakan wilayah Sumsel telah memasuki musim hujan saat ini.

Adapun puncaknya diperkirakan terjadi dalam dua bulan mendatang.

Saat ini baru Pemerintah Kabupaten OKU yang menaikkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Hal ini diharapkan mampu mendorong daerah rawan lainnya segera menetapkan status siaga guna memperkuat kesiapsiagaan peralatan, perlengkapan, dan personel menghadapi potensi bencana.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.