4 Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar yang Perlu Diketahui

AKURAT. CO SUMSEL - Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, ada malam-malam yang selalu dinantikan umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Malam itu disebut dengan Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan bahkan disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Baca Juga: Investasi Sumsel 2025 Tembus Rp62,67 Triliun, PMA Anjlok Usai Proyek Raksasa Rampung
Waktu terjadinya malam Lailatul Qadar memang tidak bisa diketahui secara pasti.
Namun, ada tanda-tanda yang bisa diperhatikan dan disebutkan di dalam hadis. Apa saja tanda-tandanya? Simak jawabannya di bawah ini.
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Baca Juga: Sambut Mudik 2026, Tol Kapalbetung Ruas Keramasan-Musi Landas Difungsionalkan 13 Maret
1. Udara dan Angin Terasa Tenang
Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi).
2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
Baca Juga: Antisipasi Macet Jalur Betung, Dishub Sumsel Terapkan Rekayasa 'One Way' dan Batasi Truk
3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar.
Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatulqadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150).
Baca Juga: Wanita di Musi Rawas Dilaporkan Hilang, Sudah Lima Hari Tak Pulang
Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.
Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap.
Baca Juga: Awal 2026, BPBD Sumsel Catat 33 Bencana Alam, Banjir Paling Dominan
Hal ini disebutkan Nabi Muhammad dalam salah satu hadisnya yang diriwayatkan oleh Bukhari.
Dalam hadis tersebut, Rasullah menyebut agar mencari malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil.
Seperti malam ke 21, 23, 26, 27 atau 29.
Namun di sisi lain, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa sepantasnya bagi seorang muslim untuk mencari malam lailatul qadar di seluruh sepuluh hari terakhir.
Karena keseluruhan malam sepuluh hari terakhir bisa teranggap ganjil jika yang dijadikan standar perhitungan adalah dari awal dan akhir bulan Ramadhan.
Jika dihitung dari awal bulan Ramadhan, malam ke-21, 23 atau malam ganjil lainnya, maka sebagaimana yang kita hitung.
Jika dihitung dari Ramadhan yang tersisa, maka bisa jadi malam genap itulah yang dikatakan ganjil. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



