Pertamina Bantah Isu Pertamax Oplosan, Ini Perbedaan Blending BBM dan Dioplos

AKURAT.CO SUMSEL - Pertamax oplosan, menjadi isu baru buntut pemberitaan kasus dugaan korupsi di Pertamina.
Isu ini kemudian memicu kemarahan publik.
Banyak orang merasa ditipu oleh para pejabat publik selama ini atas pembelian BBM untuk kendaraan mereka.
Baca Juga: Kuota Haji Sumsel 2025 Capai 7.000 Jemaah, 2.000 Belum Terverifikasi
Hal ini kemudian dibantah oleh pihak Pertamina.
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa Pertamax yang beredar ke masyarakat selama ini tetap sesuai standar.
Yakni RON 92 dan sudah memenuhi semua parameter kualitas bahan bakar sesuai ketetapan Ditjen Migas.
Baca Juga: Sahur Lebih Tenang! Polda Sumsel Perkuat Pengawasan Malam Hari
Fadjar kemudian juga menjelaskan perbedaan mengenai oplosan dan juga blending, hal yang dilakukan para tersangka korupsi PT Pertamina Patra Niaga.
Oplosan adalah istilah pencampuran yang tidak sesuai dengan aturan, sedangkan blending dalam hal ini adalah proses pencampuran bahan bakar dengan unsur kimia lain untuk mencapai kadar oktan atau RON tertentu dan parameter kualitas lainnya.
Baca Juga: Disdik Palembang Ubah Jadwal Sekolah Selama Ramadan, Ini Jam Masuk Belajar
Berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan oplosan BBM dengan blending BBM secara lebih rinci.
Oplosan BBM
Oplosan BBM, praktik mencampur bahan bakar dengan zat lain yang tidak sesuai standar.
Baca Juga: Harga Cabai Burung di Sumsel Melonjak Jelang Ramadan, Wagub: Kita Akan Adakan Pasar Murah
Biasanya dilakukan oleh oknum yang ingin mendapat keuntungan lebih dengan cara ilegal.
Dampak negatif: menyababkan kerusakan sistem pembakaran mesin, mengurangi efisiensi bahan bakar dan meningkatkan emisi gas buang yang berbahaya bagi kesehatan.
Legalitas: oplosan adalah tindakan ilegal, pelaku dapat dikenakan sanksi hukum.
Baca Juga: Peredaran Uang Palsu di Sumsel Turun, BI: Uang Palsu Tak Bisa Ditukar
Blending BBM
Blending BBM adalah proses pencampuran bahan bakar yang dilakukan sesuai dengan standar serta regulasi yang berlaku.
Biasanya dilakukan oleh perusahaan bahan bakar resmi.
Baca Juga: Waspada Tawuran! Polrestabes Palembang Perketat Patroli di Titik Rawan
Tujuannya adalah untuk menciptakan produk yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Keuntungan blending: perusahaan dapat menghasilkan bahan bakar yang lebih berkualitas, meningkatkan performa mesin dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Legalitas: Blending dilakukan dengan memenuhi regulasi yang ditetapkan Pemerintah, sehingga produk yang dihasilkan tetap aman digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








