Sumsel

Dugaan Peninggalan Perang, Mortir Berusia Puluhan Tahun Ditemukan di Banyuasin

Maman Suparman | 1 Maret 2025, 13:56 WIB
Dugaan Peninggalan Perang, Mortir Berusia Puluhan Tahun Ditemukan di Banyuasin

AKURAT.CO SUMSEL Warga Dusun 1 Desa Sako, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), dikejutkan dengan penemuan sebuah benda diduga mortir atau aircraft di pekarangan tanah milik seorang warga bernama Didi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, mortir tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat bernama Alasan (34), saat sedang melakukan penggalian tanah menggunakan alat berat jenis excavator.

Melihat benda mencurigakan tersebut, warga sekitar langsung melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian terdekat.

Kapolsek Rambutan, AKP Ledi, membenarkan adanya penemuan mortir di pekarangan tanah milik Didi.

"Kami menerima laporan dari warga, dan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap benda yang diduga mortir tersebut," kata AKP Ledi, Sabtu (29/2/2025).

Berdasarkan pengamatan awal, mortir yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 120 cm dengan diameter 30 cm.

"Mortir tersebut langsung diamankan dan ditempatkan di pinggir tanah, kemudian ditutup dengan rumput sambil menunggu proses evakuasi lebih lanjut," jelas AKP Ledi.

Kapolsek Rambutan juga mengaku telah menghubungi Satuan Brimob Polda Sumsel untuk memeriksa benda tersebut. "Kami langsung berkoordinasi dengan Satbrimob Polda Sumsel. Hingga saat ini, mortir tersebut telah diamankan dan dibawa oleh tim dari Satbrimob," ungkapnya.

Penemuan mortir ini menimbulkan kehebohan di kalangan warga setempat. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi penemuan jika menemukan benda mencurigakan serupa.

"Kami meminta warga untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan benda-benda yang diduga berbahaya," tegas AKP Ledi. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia