Sumsel

Iran Ajukan 7 Syarat Perundingan ke AS, Peluang Jalan Damai Dibuka Kembali

Septiyanti Dwi Cahyani | 21 September 2026, 12:00 WIB
Iran Ajukan 7 Syarat Perundingan ke AS, Peluang Jalan Damai Dibuka Kembali
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Ajansi

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah Iran kembali membuka peluang jalan damai dan mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS).

Teheran secara resmi mengajukan tujuh syarat mutlak kepada Washington sebagai pintu masuk untuk memulai meja perundingan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, pada Sabtu (19/9/2026) melalui akun media sosial X miliknya.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Tangani Karhutla di Indonesia

Rezaee menegaskan bahwa bola kini sepenuhnya berada di tangan AS.

“Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun,” ujar Rezaee.

Ia menekankan bahwa AS tidak memiliki banyak ruang gerak jika ingin keluar dari krisis geopolitik yang mereka balikkan sendiri.

Baca Juga: Beras Fortifikasi Vs Beras Biasa, Mana yang Lebih Sehat?

“Pesan kami jelas dan tegas --jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran,” tegasnya.

Selain melalui media sosial X, Iran juga menyampaikan sejumlah syarat resmi kepada Amerika melalui Qatar sebagai mediator untuk mengakhiri perang kedua negara.

Tehran kini menunggu respons Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Jadwal Puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2027, Catat Tanggalnya!

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Qatar telah menyampaikan persyaratan Iran kepada Washington dalam upaya membuka jalan untuk mengakhiri konflik.

"Kami tetap berhubungan dengan mediator Qatar, yang telah menyampaikan syarat-syarat kami kepada Washington dengan tujuan mengakhiri perang. Kami menunggu jawaban Presiden Trump," kata Rezaei, dikutip dari Al Jazeera pada Senin (21/9/2026).

Rezaei menyebut Iran mengajukan tiga syarat utama kepada AS, yakni penghentian perang di seluruh front, pembebasan dana Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade laut.

Baca Juga: PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?

Di sisi lain, Rezaei juga tidak menutup kemungkinan bila AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Berdasarkan penilaian militer Tehran, kemungkinan tersebut disebutnya masih sangat terbuka.

Namun, ia menegaskan Iran telah mempersiapkan diri menghadapi skenario tersebut.

Menurut Rezaei, strategi militer Iran kini mengalami perubahan setelah dua putaran konflik sebelumnya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk

Tehran kini memfokuskan perencanaan militernya terhadap aset-aset angkatan laut AS yang berada dari kawasan Teluk hingga Teluk Oman dan Laut Arab.

Rezaei juga mengungkapkan bahwa Iran baru-baru ini melakukan uji coba rudal antikapal dengan sejumlah hulu ledak di dekat kapal atau kapal induk AS.

Menurutnya, teknologi hulu ledak tersebut masih berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Baca Juga: Lansia Perempuan di Sumsel Dominan Mengurus Rumah Tangga, Capai 78,53 Persen

Ia memperingatkan bahwa jika terjadi serangan baru, respons Iran akan dilakukan dengan kekuatan besar.

Targetnya tidak hanya pangkalan militer AS di kawasan seperti pada konflik sebelumnya, tetapi juga kepentingan komersial dan perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi secara lokal.

Ketika ditanya apakah perang akan segera berakhir, Rezaei mengatakan secara praktis konflik masih berlangsung.

Baca Juga: 1.001 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel dalam 24 Jam, OKI Terbanyak

Namun, ia menegaskan Tehran kini menjalankan strategi baru untuk mempercepat berakhirnya konflik.

Sebagai informasi, Qatar dan Pakistan selama ini telah berupaya membuka kembali jalur perundingan antara Iran dan AS setelah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kedua pihak berakhir pada bulan lalu.

Sejumlah negara di kawasan juga mendorong penghentian perang yang dimulai setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.