Sumsel

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Tangani Karhutla di Indonesia

Kurnia | 21 September 2026, 10:00 WIB
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Tangani Karhutla di Indonesia
Pemerintah memprioritaskan percepatan pemadaman karhutla. - Foto: Antara Foto/Jojon

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebanyak 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman sejak Agustus 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, puluhan pesawat tersebut digunakan untuk melakukan operasi water bombing atau pengeboman air dari udara.

"Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing," kata Teddy melalui akun Instagram resminya, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari total 64 pesawat yang dikerahkan, sebanyak 55 pesawat merupakan milik BNPB, sedangkan 9 pesawat lainnya berasal dari TNI.

Pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani hanya dengan operasi pemadaman dari darat.

Baca Juga: BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk

Selain dukungan dari udara, penanganan karhutla juga dilakukan oleh puluhan ribu personel di lapangan.

Total terdapat 54.394 personel gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari TNI-Polri, BNPB, BPBD, Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, Manggala Agni, relawan hingga masyarakat.

Petugas dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.

Menurut Teddy, kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Luasnya wilayah terdampak serta karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

Karena itu, operasi dilakukan dengan menggabungkan pemadaman melalui jalur darat dan udara.

"Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla," ujarnya.

Pemerintah memastikan operasi penanganan karhutla terus dilakukan di sejumlah daerah dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia, baik untuk pemadaman maupun mencegah api kembali meluas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia