Sumsel

Kenali Tanda-Tanda Kanker Kulit yang Bermula Dari Tahi Lalat

Muhammad Husni Mushonifi | 28 Desember 2023, 13:29 WIB
Kenali Tanda-Tanda Kanker Kulit yang Bermula Dari Tahi Lalat

AKURAT.CO SUMSEL Tahi lalat adalah hal yang umum di tubuh manusia, tetapi dalam beberapa kasus, mereka dapat berubah menjadi kanker kulit.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan jenis tahi lalat yang tidak normal karena dapat menjadi tanda awal kanker kulit.

Ciri-Ciri Tahi Lalat sebagai Tanda awal Kanker Kulit

Jenis tahi lalat yang tampak tidak biasa dan tidak beraturan saat diperiksa melalui mikroskop disebut tahi lalat atipikal.

Meskipun penyakit ini biasanya tidak ganas, mereka dapat menunjukkan gejala kanker kulit yang berbahaya yang dikenal sebagai melanoma. Karena itu, Anda harus tetap waspada.

Sangat penting untuk memeriksa kulit secara menyeluruh karena tahi lalat yang terkait dengan kanker kulit dapat muncul di seluruh tubuh.

Baca Juga: Lengkap! Daftar Caleg DPRD Sumsel 2024 dari Partai Gerindra Dapil 1 Hingga Dapil 10 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 25 tahun.

Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa tanda tahi lalat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi gejala melanoma.

1. Asimetri

Sebagian besar tahi lalat yang disebabkan oleh melanoma memiliki bentuk yang tidak simetris, yang membuatnya berbeda dari tahi lalat yang biasanya bulat dan simetris.

2. Warna

Tahi lalat yang muncul yang dikaitkan dengan kanker kulit juga dapat memiliki warna yang bervariasi.

Tahi lalat yang tidak berbahaya biasanya berwarna coklat, tetapi melanoma dapat menunjukkan pola coklat atau hitam yang tidak biasa.

3. Perubahan

Setiap perubahan pada bentuk, warna, atau ketebalan bercak kulit dapat menunjukkan bahwa ada hubungan antara tahi lalat dan kanker kulit.

Selain itu, gejala tambahan seperti pendarahan, rasa gatal, atau perubahan tekstur kulit yang mengeras juga dapat menjadi tanda melanoma.

Disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.