Sumsel

10 Negara dengan Durasi Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Septiyanti Dwi Cahyani | 20 Februari 2026, 09:00 WIB
10 Negara dengan Durasi Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

AKURAT. CO SUMSEL - Setiap negara di berbagai belahan dunia memiliki durasi berpuasa berbeda.

Hal ini disebabkan oleh faktor letak geografis dan panjang waktu siang yang mempengaruhi durasi waktu berpuasa di setiap negara.

Negara-negara di selatan khatulistiwa seperti Brasil, Argentina, Afrika Selatan, dan Selandia Baru tercatat sebagai wilayah dengan durasi puasa terpanjang, mencapai lebih dari 15 jam pada hari pertama dan terus berkurang sampai akhir bulan Ramadan.

Baca Juga: Fakta Terbaru Tragedi Pelita Air Jatuh di Nunukan, Pesawat Dipastikan dalam Kondisi Laik Terbang

Sebaliknya, negara-negara di wilayah lintang tinggi seperti Greenland, Islandia, dan Finlandia menjalani durasi puasa yang relatif lebih singkat, berkisar kurang dari 12 jam di hari pertama dan akan terus meningkat selama sebulan.

Variasi ini terjadi karena perbedaan panjang siang hari yang dipengaruhi oleh posisi bumi terhadap matahari.

Negara dengan Durasi Puasa Tercepat

Baca Juga: Tips Aman Puasa Ramadan Driver Ojol Tetap Kuat Seharian, Kunci Utama Atur Jam Tarik Orderan

Prancis: 11 Jam 33 Menit

Greendland: 11 jam 42 menit

Islandia: 11 jam 42 menit

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Bukber Low Budget di Palembang, Harga Mulai Rp15 Ribuan

Finlandia: 11 jam 44 menit

Rusia: 11 jam 44 menit. 

Negara dengan Durasi Puasa Terlama

Baca Juga: 15 Pemuda Palembang Terjebak di Kamboja, BP3MI Sumsel: Proses Pemulangan Terkendala Dokumen

Selandia Baru: 15 jam 22 menit. 

Chili: 15 jam 13 menit

Australia: 14 jam 48 menit 

Baca Juga: Kejati Sumsel Tahan Dua Mantan Direktur PT Semen Baturaja Terkait Kasus Korupsi Distribusi

Uruguai: 14 jam 42 menit

Argentina: 14 jam 42 menit.

Penyebab Durasi Berpuasa Berbeda di Setiap Negara

Baca Juga: Catat Lokasi dan Tanggalnya! Bulog Gelar Pasar Murah di IB II, Bukit Kecil, hingga IT I Palembang

Perbedaan durasi puasa disebabkan oleh posisi suatu negara terhadap garis khatulistiwa dan pergerakan matahari.

Negara yang berada di wilayah lintang tinggi cenderung memiliki variasi panjang siang dan malam yang lebih ekstrem, terutama saat pergantian musim.

Sebaliknya, negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa memiliki durasi siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun.

Baca Juga: TPP ASN Sumsel 2026 Dipastikan Tetap, Pemprov Jamin Tak Ada Pengurangan

Bagaimana Durasi Puasa di Indonesia?

Di kawasan Asia Tenggara, durasi puasa cenderung lebih seimbang dan tidak terlalu ekstrem.

Di Indonesia, waktu puasa Ramadan 2026 rata-rata mencapai 13 jam 28 menit.

Baca Juga: Sikat Premanisme di Pasar 16 Ilir, Polda Sumsel Amankan Tiga Pria Terduga Pungli

Mengutip dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya memiliki durasi puasa sekitar 13 jam.

Sementara di wilayah timur Indonesia, seperti Papua, waktu puasa bisa sedikit lebih pendek.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.