Cara Melatih Anak Puasa Sejak Dini agar Kuat dan Tidak Rewel Saat Ramadan

AKURAT.CO SUMSEL Melatih anak puasa sejak dini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama saat memasuki bulan Ramadan. Banyak orang tua bertanya-tanya, kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara melatih anak puasa agar kuat serta tidak mudah rewel?
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta empati terhadap sesama. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenalkan puasa secara bertahap dan menyenangkan.
Berikut panduan lengkap cara melatih anak puasa yang bisa diterapkan di rumah.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Paket Bukber AYCE Hotel di Kota Palembang, Mulai dari Rp75.000
Dalam ajaran Islam, kewajiban puasa berlaku setelah anak mencapai usia baligh. Namun, orang tua sudah bisa mengenalkan puasa sejak usia 5–7 tahun sebagai latihan.
Di Indonesia, tradisi melatih anak puasa sejak kecil sudah umum dilakukan, terutama saat bulan Ramadan. Anak biasanya diajak berpuasa setengah hari terlebih dahulu sebelum akhirnya mampu berpuasa penuh.
Cara Melatih Anak Puasa agar Tidak Kaget
1. Mulai dari Puasa Setengah Hari
Untuk tahap awal, ajak anak berpuasa hingga waktu Zuhur atau Ashar. Jika sudah terbiasa, durasi bisa ditambah hingga Magrib.
Metode ini membantu anak beradaptasi tanpa merasa terbebani.
2. Berikan Pemahaman dengan Bahasa Sederhana
Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini: Energi Positif Mengalir, Saatnya Bersinar!
Jelaskan makna puasa sesuai usia anak. Orang tua bisa menceritakan kisah tentang Nabi Muhammad SAW dan pentingnya berbagi kepada orang yang kurang mampu.
Dengan pemahaman yang baik, anak akan lebih termotivasi menjalani puasa.
3. Siapkan Menu Sahur dan Berbuka Favorit
Agar anak semangat, siapkan makanan kesukaannya saat sahur dan berbuka. Pastikan menu tetap bergizi, mengandung karbohidrat, protein, serat, dan cukup cairan agar energi anak tetap terjaga.
4. Hindari Aktivitas Terlalu Berat
Saat melatih anak puasa, kurangi aktivitas fisik yang terlalu melelahkan. Pilih kegiatan ringan seperti membaca buku, menggambar, atau menonton tayangan edukatif.
5. Beri Apresiasi dan Motivasi
Anak akan lebih semangat jika mendapatkan pujian. Orang tua bisa memberikan penghargaan sederhana, seperti stiker bintang atau hadiah kecil jika anak berhasil menyelesaikan puasanya.
Namun, hindari memaksa atau memarahi jika anak belum kuat berpuasa penuh.
Melatih anak puasa membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga orang tua perlu memahami kondisi fisik dan emosionalnya.
Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya belajar menahan lapar dan haus, tetapi juga memahami makna Ramadan sebagai bulan penuh berkah.
Baca Juga: 8 Tempat Ngabuburit Gratis di Palembang, Ada Arena Jogging Track Berubah Jadi Pasar Takjil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









