Sumsel

Review Pabrik Gula, Kisah Horor dalam Balutan Tradisi dan Adat Jawa

St Shofia Munawaroh | 1 April 2025, 07:00 WIB
Review Pabrik Gula, Kisah Horor dalam Balutan Tradisi dan Adat Jawa

AKURAT. CO SUMSEL - Film Horor Indonesia bertajuk Pabrik Gula siap menemani momen libur lebaran Anda bersama keluarga.

Film ini dijadwalkan tayang pada 31 Maret 2025 serentak di seluruh Indonesia.

Film garapan Awi Suryadi ini merupakan adaptasi dari sebuah thread milik SimpleMan yang pernah viral di media sosial.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 1 Maret 2025, Hujan Rata di Seluruh Sumsel

Pabrik Gula berkisah tentang sekelompok buruh pabrik musiman di Jawa Timur tahun 2003.

Di antara mereka, ada Fadhil dan Naning yang bekerja di sebuah pabrik gula.

Kejanggalan berbau mistis itu mulai terasa setelah mereka tinggal di mes.

Baca Juga: Rahasia Memasak Ketupat Lezat dan Wangi untuk Sajian Istimewa Lebaran

Saat itulah Fadhil mulai menyadari ada yang tidak beres dengan pabrik tersebut.

Awi mengemas film ini dengan sangat apik.

Nuansa mistis horor sudah terasa begitu para cast tiba di pabrik gula.

Baca Juga: Lonjakan Kendaraan di JTTS Selama Arus Mudik Lebaran 2025 Capai 140 Ribu, Peningkatan 70,61 Persen dari Hari Biasa

Ditambah, dengan suara jumpscare dari awal hingga film berakhir seolah dibuat agar penonton tak bisa bernapas.

Namun, beberapa reviewer di platform google menilai ending dari film ini kurang antiklimaks.

Hal ini diduga karena Awi bakal menyuguhkan sekuel kedua dari film ini sama seperti film horor garapannya sebelumnya, KKN Di Desa Penari.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Palembang Melonjak Jelang Lebaran 2025

Selain kisah horor, film Pabrik Gula juga menyajikan pengalaman ritual dan tradisi adat Jawa kepada penonton.

Pengusiran roh melalui ritual kuda lumping, pasar rakyat hingga pagelaran wayang dikemas dengan sangat apik oleh Awi Suryadi.

Tak hanya di Indonesia, film produksi MD Picture ini juga rencana bakal ditayangkan di beberapa negara lain.

Seperti Malaysia, Singapura bahkan Amerika. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.