Sumsel

Lima Cara Menghadapi Teman yang Sering Halusinasi

Maman Suparman | 29 Agustus 2025, 12:00 WIB
Lima Cara Menghadapi Teman yang Sering Halusinasi

AKURAT.CO SUMSEL Di era digital yang penuh dengan media sosial, istilah "halu" atau halusinasi sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu berimajinasi atau menganggap sesuatu terjadi padahal tidak.

Kondisi ini bisa membuat pertemanan menjadi canggung, apalagi jika cerita yang disampaikan sudah di luar nalar. Namun, daripada menjauh, ada cara-cara cerdas untuk menghadapi teman seperti ini tanpa harus merusak pertemanan.

Menurut psikolog, halusinasi ringan bisa menjadi mekanisme pertahanan diri, cara seseorang melarikan diri dari realita yang sulit, atau sekadar bagian dari kepribadian yang kreatif. Kuncinya adalah bagaimana Anda menyikapi cerita-cerita mereka dengan bijak.

Berikut adalah beberapa tips jitu untuk menghadapi teman yang sering halu:

1. Dengarkan dengan Empati, Jangan Menghakimi

Meskipun ceritanya terdengar tidak masuk akal, langkah pertama yang paling penting adalah mendengarkan.

Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan apa yang ia sampaikan, tetapi tidak perlu membenarkan semua ceritanya.

Dengan mendengarkan, Anda memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi tanpa merasa dihakimi.

Hindari kalimat seperti "Ah, masa sih?" atau "Itu bohong, kan?". Cukup katakan, "Wah, menarik sekali ceritanya."

2. Alihkan Pembicaraan ke Topik yang Lebih Realistis

Setelah teman Anda selesai bercerita, coba alihkan topik pembicaraan ke hal-hal yang lebih nyata dan relevan.

Misalnya, ajak mereka membicarakan hobi, rencana akhir pekan, atau film yang baru saja ditonton.

Cara ini efektif untuk mengembalikan fokus pembicaraan ke dunia nyata tanpa terkesan memutus cerita mereka secara tiba-tiba.

3. Kenali Batasan Anda

Penting untuk menetapkan batasan pribadi. Jika cerita teman Anda sudah mulai memengaruhi emosi atau membuat Anda merasa tidak nyaman, jangan ragu untuk mengambil jarak sejenak.

Anda berhak untuk tidak selalu terlibat dalam setiap percakapan mereka. Jika perlu, katakan dengan sopan bahwa Anda harus pergi atau memiliki urusan lain.

4. Berikan Dukungan Positif di Dunia Nyata

Jika Anda melihat teman Anda memiliki bakat atau pencapaian, berikan pujian yang tulus. Misalnya, jika ia pintar melukis, berikan apresiasi pada karyanya.

Dengan begitu, Anda membantu mereka menemukan validasi dan kebahagiaan dari realita, bukan dari imajinasi semata.

Hal ini bisa menjadi cara untuk mengarahkan energinya ke hal-hal yang lebih produktif dan nyata.

5. Ajak Melakukan Kegiatan Bersama yang Positif

Daripada hanya mengobrol, ajaklah teman Anda melakukan kegiatan yang bisa mengurangi kecenderungan halu-nya.

Misalnya, ajak berolahraga, mencoba kafe baru, atau melakukan kegiatan sosial. Interaksi di dunia nyata bisa membantu mereka terhubung kembali dengan realita dan memperkuat ikatan pertemanan yang sehat.

Menghadapi teman yang sering halu memang membutuhkan kesabaran. Dengan pendekatan yang tepat, Anda tidak hanya bisa menjaga pertemanan, tetapi juga membantu mereka menemukan cara yang lebih baik untuk mengekspresikan diri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia