Sumsel

5 Penyebab Asam Lambung Naik yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Terlambat

Maman Suparman | 14 Agustus 2025, 12:00 WIB
5 Penyebab Asam Lambung Naik yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Terlambat

AKURAT.CO SUMSEL Asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan masalah pencernaan yang umum dialami banyak orang.

Kondisi ini terjadi ketika asam dari lambung naik ke kerongkongan, menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau rasa panas di dada.

Meski terdengar sepele, asam lambung yang dibiarkan berulang dapat memicu komplikasi serius.

Berikut lima penyebab asam lambung naik yang sering luput dari perhatian:

1. Pola Makan Tidak Teratur


Kebiasaan menunda makan atau langsung makan dalam porsi besar dapat memicu asam lambung naik.

Lambung yang kosong terlalu lama akan memproduksi asam berlebih, sementara makan berlebihan memberi tekanan ekstra pada katup antara lambung dan kerongkongan.

2. Konsumsi Makanan dan Minuman Pemicu

Makanan pedas, gorengan, minuman bersoda, kopi, dan alkohol termasuk pemicu utama asam lambung.

Kandungan tertentu dalam makanan tersebut dapat mengendurkan otot katup lambung sehingga asam mudah naik.

3. Stres dan Kurang Tidur

Kondisi psikologis juga berperan besar. Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung, sementara kurang tidur mengganggu proses pencernaan.

Kombinasi keduanya membuat tubuh lebih rentan mengalami gejala GERD.

4. Posisi Tidur Setelah Makan

Langsung berbaring atau tidur setelah makan membuat gravitasi tidak bekerja membantu pencernaan, sehingga asam lambung lebih mudah mengalir ke kerongkongan. Idealnya, beri jeda minimal 2–3 jam sebelum berbaring.

5. Kelebihan Berat Badan

Lemak berlebih di area perut memberikan tekanan pada lambung, yang dapat mendorong asam ke atas.

Menjaga berat badan ideal terbukti membantu mengurangi risiko asam lambung naik.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia