Sumsel

Kenapa Sopir Jarang Mabuk Darat, tapi Langsung Mual Saat Jadi Penumpang? Ini Penjelasannya

Kurnia | 24 Juli 2026, 11:00 WIB
Kenapa Sopir Jarang Mabuk Darat, tapi Langsung Mual Saat Jadi Penumpang? Ini Penjelasannya
Kenapa Sopir Jarang Mabuk Darat, tapi Langsung Mual Saat Jadi Penumpang?. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Pernah merasa baik-baik saja saat menyetir mobil, tetapi tiba-tiba mual ketika duduk sebagai penumpang? Kondisi ini ternyata cukup umum terjadi dan bukan sekadar sugesti.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan cara otak memproses informasi saat seseorang mengemudi dan saat hanya menjadi penumpang.

Ketika berada di balik kemudi, otak sudah mengetahui setiap gerakan mobil yang akan dilakukan, mulai dari berbelok, mengerem, hingga berakselerasi. Hal itu membuat tubuh lebih siap menghadapi perubahan arah kendaraan.

Sebaliknya, saat menjadi penumpang, tubuh hanya menerima gerakan tanpa bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Ketidaksesuaian informasi yang diterima mata dan telinga bagian dalam inilah yang memicu mabuk perjalanan.

Otak Bingung, Tubuh Langsung Bereaksi

Mabuk darat terjadi karena adanya konflik sensorik. Misalnya, mata melihat ponsel atau bagian dalam mobil yang tampak diam, sementara telinga bagian dalam merasakan kendaraan sedang bergerak, berbelok, atau melewati jalan bergelombang.

Baca Juga: Pemimpin Baru Hamas Bocorkan 6 Agenda Prioritas, Akhiri Serangan Israel di Gaza Jadi Paling Utama

Perbedaan sinyal tersebut membuat otak kesulitan memproses informasi. Akibatnya, muncul gejala seperti mual, pusing, keringat dingin, hingga keinginan untuk muntah.

Pengemudi Lebih Siap Menghadapi Guncangan

Saat mengemudi, seseorang biasanya fokus melihat kondisi jalan di depan.

Pandangan tersebut membantu otak memperkirakan setiap gerakan mobil sehingga tubuh bisa menyesuaikan keseimbangan sebelum kendaraan berbelok atau berhenti.

Sementara itu, penumpang lebih sering melihat ke samping, membaca, atau bermain ponsel.

Akibatnya, tubuh tidak memiliki waktu untuk mengantisipasi perubahan gerakan sehingga risiko mabuk perjalanan menjadi lebih tinggi.

Cara Mengurangi Mabuk Saat Menjadi Penumpang

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala mabuk darat selama perjalanan, di antaranya:

  • Pilih kursi depan agar pandangan lebih leluasa ke arah jalan.

  • Fokus melihat ke depan atau ke titik yang jauh.

  • Hindari bermain ponsel atau membaca saat mobil sedang berjalan.

  • Pastikan sirkulasi udara di dalam kabin tetap segar.

  • Beristirahat sejenak jika perjalanan berlangsung cukup lama.

Sejumlah produsen otomotif juga mulai mengembangkan desain kabin dengan visibilitas yang lebih baik untuk membantu mengurangi risiko mabuk perjalanan pada penumpang.

Meski terdengar sepele, mabuk darat merupakan respons alami tubuh terhadap gangguan keseimbangan.

Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan beberapa langkah pencegahan, perjalanan sebagai penumpang bisa terasa lebih nyaman tanpa harus terganggu rasa mual.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia