Sumsel

7 Cara Agar HP Tidak Mudah Disadap, Lindungi Data Pribadi Mulai Sekarang

Kurnia | 4 November 2026, 11:00 WIB
7 Cara Agar HP Tidak Mudah Disadap, Lindungi Data Pribadi Mulai Sekarang
Ilustrasi - Magnific

AKURAT.CO SUMSEL Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah nomor telepon penting, termasuk milik Presiden RI Prabowo Subianto, menjadi pengingat bahwa keamanan data pribadi di ponsel perlu mendapat perhatian.

Di era digital, telepon genggam tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi. Perangkat ini juga menyimpan berbagai informasi penting, mulai dari percakapan pribadi, foto, dokumen pekerjaan, hingga akses ke rekening perbankan.

Jika tidak dijaga dengan baik, informasi tersebut berisiko diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, pengguna perlu mengetahui cara melindungi HP agar tidak mudah disadap atau disalahgunakan. Meski tidak ada pengaturan yang menjamin perangkat sepenuhnya kebal terhadap penyadapan, sejumlah langkah keamanan dapat mengurangi risikonya.

Berikut tujuh cara yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan HP.

1. Gunakan Kunci Layar yang Kuat

Langkah pertama adalah mengaktifkan pengamanan layar menggunakan PIN, kata sandi, atau biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah.

Hindari menggunakan kombinasi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, angka berurutan, atau nomor yang berkaitan dengan identitas pribadi.

Gunakan PIN yang cukup panjang dan jangan membagikannya kepada orang lain.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 4 November 2026, Aries hingga Leo Punya Peluang Baru

2. Rutin Memperbarui Sistem Operasi

Pembaruan sistem operasi bukan sekadar menghadirkan fitur baru. Pembaruan juga biasanya membawa perbaikan keamanan untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan peretas.

Pastikan HP menggunakan sistem operasi versi terbaru yang masih didukung produsennya.

Pengguna juga sebaiknya mengaktifkan pembaruan otomatis agar tidak melewatkan perbaikan keamanan penting.

3. Jangan Sembarangan Mengunduh Aplikasi

Aplikasi yang diunduh dari sumber tidak resmi berisiko mengandung perangkat lunak berbahaya atau malware.

Karena itu, unduh aplikasi hanya melalui toko resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.

Sebelum memasang aplikasi, periksa nama pengembang, ulasan pengguna, serta izin akses yang diminta.

Waspadai aplikasi yang meminta akses berlebihan dan tidak sesuai dengan fungsi utamanya.

4. Periksa Izin Akses Aplikasi

Setiap aplikasi memiliki permintaan akses tertentu, seperti kamera, mikrofon, lokasi, kontak, dan penyimpanan.

Pengguna perlu memeriksa kembali izin tersebut melalui pengaturan privasi di HP.

Jika aplikasi tidak membutuhkan akses mikrofon atau kamera untuk menjalankan fungsinya, izin tersebut sebaiknya tidak diberikan.

Batasi pula akses lokasi hanya ketika aplikasi benar-benar membutuhkannya.

5. Waspadai Link dan Pesan Mencurigakan

Salah satu cara pelaku kejahatan digital mendapatkan akses ke perangkat adalah melalui tautan atau file berbahaya yang dikirim lewat pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan.

Jangan terburu-buru membuka tautan dari nomor tidak dikenal, terutama jika disertai iming-iming hadiah, ancaman, atau permintaan data pribadi.

Hindari mengunduh file APK yang dikirim melalui pesan jika sumbernya tidak jelas.

Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun.

6. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor

Autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) memberikan lapisan perlindungan tambahan pada akun digital.

Dengan fitur ini, proses masuk ke akun membutuhkan verifikasi tambahan selain kata sandi.

Aktifkan 2FA pada akun email, media sosial, dan layanan penting lainnya.

Jika tersedia, gunakan aplikasi autentikator atau kunci keamanan sebagai metode verifikasi tambahan. Jangan membagikan kode verifikasi kepada pihak lain.

7. Hindari Wi-Fi Publik untuk Transaksi Penting

Jaringan Wi-Fi gratis di tempat umum memang praktis, tetapi pengguna tetap perlu berhati-hati karena keamanan setiap jaringan tidak selalu terjamin.

Hindari mengakses layanan perbankan atau memasukkan informasi sensitif melalui jaringan yang tidak dikenal.

Jika harus menggunakan Wi-Fi publik, pastikan situs atau aplikasi yang digunakan memiliki koneksi aman. Gunakan jaringan seluler pribadi untuk aktivitas yang membutuhkan keamanan lebih tinggi.

Selain melakukan pencegahan, pengguna juga perlu memperhatikan perubahan yang tidak biasa pada perangkat.

Beberapa hal yang patut diperiksa antara lain penggunaan baterai dan kuota internet yang meningkat tanpa alasan jelas, munculnya aplikasi yang tidak pernah dipasang, serta adanya aktivitas masuk ke akun dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal.

Namun, tanda-tanda tersebut tidak otomatis membuktikan HP sedang disadap. Bisa saja penyebabnya berasal dari aplikasi yang berjalan di latar belakang atau masalah teknis lainnya.

Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera periksa aplikasi dan izin akses, perbarui sistem operasi, serta amankan akun dari perangkat lain yang tepercaya.

Apabila ada dugaan perangkat telah disusupi, pengguna dapat meminta bantuan layanan resmi produsen atau tenaga keamanan digital untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 4 November 2026, Aries hingga Leo Punya Peluang Baru

Menjaga keamanan HP membutuhkan kebiasaan digital yang baik. Dengan memperkuat pengamanan perangkat, membatasi akses aplikasi, dan berhati-hati saat menerima pesan, risiko penyalahgunaan data pribadi dapat dikurangi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia