Sumsel

Diduga Berawal dari Salah Paham, Perempuan di Palembang Mengaku Dikeroyok Pasutri di Warung Pecel Lele

Deny Wahyudi | 24 Juni 2026, 15:45 WIB
Diduga Berawal dari Salah Paham, Perempuan di Palembang Mengaku Dikeroyok Pasutri di Warung Pecel Lele
Diduga Berawal dari Salah Paham, Perempuan di Palembang Mengaku Dikeroyok Pasutri di Warung Pecel Lele

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah kesalahpahaman yang berujung cekcok mulut diduga menjadi pemicu aksi pengeroyokan terhadap seorang perempuan di Kota Palembang.

Korban bernama Viqie Liryne Luris (35) mengaku mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial I dan D.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Timur I Palembang, tepatnya di Warung Pecel Lele Pak Jo, pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 06.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Viqie mengalami sejumlah luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh hingga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Palembang.

Menurut pengakuan Viqie, insiden bermula dari adu argumen dengan salah satu terlapor yang kemudian berkembang menjadi keributan.

"Awalnya hanya terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan kami berdebat. Namun situasinya semakin memanas hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan terhadap saya," ujar Viqie, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Jambret Penumpang Angkot di Palembang Dibekuk, Sudah Tiga Kali Beraksi di Jalanan

Ia menjelaskan, saat berusaha menahan salah satu terlapor agar situasi tidak semakin memburuk, orang lain yang diduga merupakan pasangan dari terlapor tersebut ikut terlibat dalam pertikaian.

Dalam kondisi tersebut, korban mengaku mendapat perlakuan kasar secara bersama-sama.

"Saya ditarik, dicekik, tangan saya dipegang hingga terjatuh ke tanah. Setelah terjatuh, saya masih ditendang dan dicengkeram di beberapa bagian tubuh," katanya.

Akibat kejadian itu, Viqie mengalami memar di bagian leher bawah rahang kiri, paha kiri, siku kanan, lengan kiri, serta pergelangan tangan kanan. Selain itu terdapat luka lecet pada jari kelingking tangan kanan dan luka cakar di lengan kanan. Korban juga mengeluhkan sakit pada bagian kepala setelah insiden tersebut.

Merasa menjadi korban kekerasan, Viqie memilih menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polrestabes Palembang.

"Saya berharap laporan ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan mendapatkan tindak lanjut dari pihak kepolisian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Ipda Adityan Ammar membenarkan adanya laporan yang dibuat korban terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

"Benar, laporan korban sudah kami terima dan saat ini akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia