Tertipu Modus Affliator Belanja Online, Perempuan Muda di Palembang Rugi Rp34 Juta

AKURAT.CO SUMSEL Seorang perempuan muda di Palembang menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus tawaran menjadi affiliator aplikasi belanja online.
Korban bernama Rizki Amalia (27) harus merelakan uang sebesar Rp34 juta raib setelah mengikuti instruksi pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (11/4/2025) sekitar pukul 10.50 WIB di tempat kerja korban, yang berlokasi di Jalan Veteran, Lorong Kepandean Baru, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.
Menurut keterangan Rizki, awalnya ia tengah berada di tempat kerja dan mendapat pesan melalui aplikasi Line yang menawarkan kesempatan menjadi affiliator sebuah platform belanja daring.
Korban dijanjikan akan mendapat keuntungan besar jika membeli sejumlah barang melalui aplikasi tersebut.
"Saya tertarik karena dijanjikan akan mendapatkan keuntungan lebih besar. Lalu saya mengikuti instruksi pelaku dan mentransfer uang ke rekening yang diberikan," ujar Rizki Amalia saat membuat laporan di Mapolrestabes Palembang, Selasa (15/4/2025).
Baca Juga: Janji Cairkan Pinjaman KUR, Warga Palembang Justru Kehilangan BPKB Motor
Namun, setelah melakukan sejumlah transaksi dan mentransfer uang kepada pelaku, Rizki tidak memperoleh keuntungan seperti yang dijanjikan. Justru pelaku menghilang dan tidak dapat dihubungi kembali.
"Total kerugian saya sekitar Rp34 juta. Saya sudah mencoba menghubungi pelaku, tetapi tidak ada respon. Karena itu saya putuskan melapor ke polisi," katanya.
Korban berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku.
Menanggapi laporan tersebut, Panit SPKT Polrestabes Palembang Ipda Erwin membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban.
"Benar, laporan korban telah kami terima. Selanjutnya, kasus ini akan dilimpahkan ke Unit Satreskrim Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti," jelas Ipda Erwin. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









