Sumsel

Kebun Menua, Petani Karet Sumsel Tagih Janji Replanting dan Hilirisasi

Kurnia | 2 Maret 2026, 21:00 WIB
Kebun Menua, Petani Karet Sumsel Tagih Janji Replanting dan Hilirisasi
Ilustrasi petani karet. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak pemerintah segera merealisasikan program peremajaan kebun karet rakyat dan hilirisasi komoditas tersebut.

Petani berharap janji kebijakan tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam program konkret di lapangan.

Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan sebagian besar kebun karet milik petani saat ini sudah berusia tua sehingga produktivitasnya terus menurun. Kondisi itu dinilai mendesak untuk segera ditangani melalui program replanting atau peremajaan.

“Banyak tanaman karet yang usianya sudah tua. Produktivitas turun, sementara petani tetap bertahan di tengah fluktuasi harga,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Menurut Rudi, tahap awal peremajaan ditargetkan mencakup 1.000 hektare lahan. Namun, pelaksanaannya membutuhkan dukungan anggaran serta kebijakan yang berpihak pada petani.

Baca Juga: Lolos dari Tarif 19 Persen, Ekspor Karet Sumsel Tetap Aman ke Amerika

Ia menegaskan, proses replanting bukan perkara mudah. Selain membutuhkan biaya besar, petani juga terkendala aturan larangan tebang-bakar sehingga memerlukan bantuan alat berat dan pendampingan teknis.

Apkarindo juga meminta pengawasan ketat agar implementasi program tidak disalahgunakan.

“Kami ingin memastikan tidak ada permainan di lapangan dan kebijakan benar-benar sampai ke desa,” katanya.

Selain peremajaan, Apkarindo menilai hilirisasi karet harus berjalan seiring untuk meningkatkan nilai tambah. Dengan hilirisasi, serapan hasil karet petani diharapkan lebih stabil dan harga lebih terjaga.

Beberapa langkah yang dinilai bisa dikembangkan antara lain pemanfaatan karet sebagai campuran aspal hingga pengolahan produk turunan lainnya.

Namun, Rudi menekankan, program tersebut harus berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai proyek percontohan semata.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia