Kasus Scam di Sumsel Tembus 10 Ribu Laporan, Kerugian Palembang Capai Rp80,5 Miliar

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kini berada dalam bayang-bayang ancaman penipuan daring (online scam).
Data terbaru dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat sebanyak 10.004 laporan kasus penipuan terjadi di wilayah ini sepanjang periode November 2024 hingga 31 Januari 2026.
Angka ini menempatkan Sumsel di peringkat kedelapan secara nasional dalam jumlah laporan penipuan siber. Tren ini terus meningkat tajam jika dibandingkan data per 25 Desember 2025 yang sebelumnya mencatat 9.193 laporan dengan total kerugian warga Sumsel mencapai Rp130 miliar.
Kota Palembang tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerugian paling fantastis. Dari total laporan yang masuk, sebanyak 4.182 kasus terjadi di ibu kota provinsi ini dengan nilai kerugian menyentuh angka Rp80,5 miliar.
Selain Muara Enim dengan 570 laporan (Rp7,4 miliar) dan Lahat sebanyak 423 laporan (Rp6,3 miliar), angka memprihatinkan juga tercatat di Banyuasin dengan kerugian Rp5 miliar.
Baca Juga: Modus Janji Ongkos Gede, Driver Ojol di Palembang Malah Kehilangan Motor Vario
Kondisi serupa terjadi di Musi Banyuasin dengan 437 laporan senilai Rp5,1 miliar, serta Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencatatkan 590 laporan dengan total kerugian mencapai Rp4,8 miliar.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, mengungkapkan bahwa jenis penipuan yang paling mendominasi adalah transaksi belanja daring.
"Laporan paling tinggi berasal dari transaksi belanja dengan 1.597 laporan," ujar Arifin saat memberikan keterangan pers, Kamis (5/3/2026).
Selain transaksi belanja, masyarakat juga banyak terjebak dalam modus penipuan keuangan lainnya sebanyak 1.435 laporan serta panggilan telepon palsu (fake call) dengan 744 laporan. Di posisi berikutnya, tercatat 582 kasus lowongan kerja palsu, 511 laporan investasi bodong, serta sekitar 597 laporan gabungan terkait aksi phising dan social engineering.
Arifin menekankan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan scam adalah keterlambatan korban dalam melapor. Hal ini mengakibatkan aliran dana sulit ditelusuri karena pelaku biasanya langsung memindahkan uang hasil kejahatan dalam waktu singkat.
"Kuncinya adalah kecepatan. Jika terlambat melapor, penelusuran aset menjadi sangat sulit," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








