27 Kilometer Jalur Baru Dibangun di Sungai Lilin, Distribusi Batu Bara Kian Lancar

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel semakin serius mempercepat pembangunan jalan khusus angkutan batu bara.
Infrastruktur ini ditargetkan menjadi solusi permanen untuk mengurai kemacetan dan kerusakan jalan umum akibat aktivitas angkutan batu bara yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Arinarsa, mengatakan bahwa hingga saat ini terdapat enam perusahaan yang sudah berkomitmen membangun jalan khusus tersebut. Tiga di antaranya berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan tiga lainnya di Kabupaten Lahat.
“Sudah ada enam perusahaan yang membangun jalan khusus angkutan batu bara. Tiga di Muba dan tiga di Lahat. Semuanya terus berprogres dan kami kawal agar sesuai target,” ujar Arinarsa, Sabtu (1/11/2025).
Ia menambahkan, proyek terbaru yang akan segera berjalan yakni pembangunan jalan sepanjang 27 kilometer di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba. Pembangunan ini akan memperluas jaringan jalur khusus yang telah lebih dulu beroperasi di wilayah lain.
Baca Juga: SFC Bukan Lawan Pemerintah, Tapi Simbol Kebanggaan Sumatera Selatan
“Perusahaan yang akan membangun jalur sepanjang 27 kilometer ini sedang menyelesaikan proses administrasi. Setelah tuntas, langsung masuk tahap konstruksi,” jelasnya.
Arinarsa menegaskan, Pemprov Sumsel memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis tersebut, baik dalam bentuk kemudahan perizinan maupun koordinasi antarinstansi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumsel yang menargetkan jalur khusus angkutan batu bara dapat beroperasi penuh pada 1 Januari 2026.
“Gubernur sudah menegaskan, 1 Januari 2026 jalur khusus harus beroperasi penuh. Maka dari itu, kami terus mendorong percepatan, terutama pada aspek perizinan dan kesiapan teknis,” katanya.
Lebih lanjut, Arinarsa mengungkapkan bahwa jalan khusus sepanjang 27 kilometer tersebut tidak hanya akan digunakan oleh satu perusahaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pemegang izin usaha pertambangan (IUP) lain di sekitar Sungai Lilin melalui skema kerja sama bisnis (B2B).
“Dengan begitu, infrastruktur ini bisa dimanfaatkan lebih optimal, dan aktivitas angkutan batu bara bisa lebih teratur tanpa membebani jalan umum,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 5Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Ramalan Zodiak Leo Hari Ini Jumat 30 Oktober 2026, Percintaan hingga Karier Jadi Sorotan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu



