Daftar SD Palembang Sepi Peminat, Ada yang Dulunya Sekolah Favorit Kini Hanya Dapat 10 Murid

AKURAT. CO SUMSEL - Sejumlah SD di Palembang dilaporkan sepi peminat di SPMB tahun ajaran 2025 ini.
Merespon peristiwa ini, Dinas Pendidikan Palembang langsung memberikan kemudahan bagi sekolah yang minim menerima siswa baru.
Yakni dengan cara membuka pendaftaran secara offline.
Baca Juga: Sumsel Naikkan Status Jadi Siaga Darurat Karhutla, Empat Helikopter Water Bombing Diminta ke Pusat
Salah satu dari beberapa SD sepi peminat itu bahkan disebut dulunya adalah sekolah favorit.
Namun, kini sekolah tersebut hanya menerima 10 murid saja dan terus menurun setiap tahunnya.
Berikut adalah daftar SD di Palembang yang sepi peminat:
Baca Juga: Pemprov Sumsel Siagakan Alat Berat Hadapi Jalan Rusak, Total Kerusakan Capai 211 Km
SDN 137 Palembang
SDN 137 Palembang dilaporkan hanya menerima 4 murid sampai batas akhir pendaftaran dibuka.
Dinas Pendidikan lalu memberikan kelonggaran dengan memperpanjang waktu penerimaan siswa baru hingga hari ini, Rabu (25/6/2025) atau batas akhir daftar ulang.
Baca Juga: Akses Jalan Rusak di Muba, Pemprov Sumsel Siapkan Anggaran Rp200 Miliar
Selain itu, pihak Disdik juga memberi kemudahan dengan mengalihkan pendaftaran secara offline atau datang langsung ke sekolah.
Setelah diberlakukan pendaftaran offline, murid baru yang mendaftar bertambah menjadi 10 orang.
SDN 4 Palembang
Hal senada juga dialami SDN 4 Palembang yang awalnya hanya menerima 4 murid pendaftar.
Disdik lalu memberikan kemudahan dengan membuka pendafataran offline hingga akhirnya murid bertambah menjadi 13.
Sembilan siswa tambahan ini berasal dari pengalihan sekolah lain dan juga siswa dari seputar rumah susun juga.
Baca Juga: Jemaah Haji Lansia Asal Pagaralam Hilang di Makkah Sejak Akhir Mei, Pencarian Masih Dilakukan
SDN 20 Kancil Putih
Pengalihan pendaftaran sekolah secara offline ternyata juga diberlakukan untuk sekolah padat pendaftaran seperti SDN 20 Kancil Putih.
Awalnya sekolah tersebut hanya menerima 9 pendaftar, namun setelah dibuka pendaftaran offline ada penambahan namun jumlahnya tidak signifikan.
Baca Juga: 1x24 Jam Diamankan, Polisi Selidiki Unsur Pidana dalam Kasus Eks Sekwan OKU Selatan
Berpotensi jadi Merger atau sekolah gabungan
Sekolah-sekolah yang sepi peminat itu berpotensi dimerger atau dijadikan sekolah gabungan.
Bahkan bisa juga dijadikan SMP mengingat permintaan kelas SMP masih cukup tinggi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








