Teror Debt Collector Kian Meresahkan, Tipu Layanan Darurat Damkar hingga Ambulans

AKURAT.CO SUMSEL - Praktik penagihan utang oleh pihak ketiga atau debt collector kini mulai meresahkan.
Belakangan, praktik tersebut diketahui telah merugikan banyak pihak, bahkan masuk ke ranah layanan darurat.
Teranyar, debt collector menipu layanan ambulans dan pemadam kebakaran (damkar) untuk mendatangi rumah debitur di sejumlah daerah.
Baca Juga: Skandal Solar Ilegal Terbongkar di Banyuasin, Polisi Sita 82 Ribu KL dari Dua Kapal
Teror Debt Collector di Sleman
Petugas pemadam kebakaran (damkar) dan ambulans di Sleman, Yogyakarta, menjadi sasaran teror debt collector.
Para penagih utang ini nekat membuat laporan palsu agar petugas mendatangi rumah nasabah yang menunggak utang.
Awalnya, kru ambulans mendapat laporan untuk menjemput pasien kritis di Depok, Sleman.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Menguat Rp100 Ribu di Akhir Pekan
Namun, saat tiba di lokasi, tak ada pasien yang harus dijemput. Petugas ambulans ternyata justru diminta untuk menagih utang.
Hal serupa juga terjadi pada petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkar Kabupaten Sleman menyebut telah terjadi empat kali laporan palsu peristiwa kebakaran yang dilakukan oleh penagih utang pinjol.
Usut punya usut, laporan palsu ini bertujuan untuk mempermalukan para penunggak utang.
Baca Juga: 5 Makanan Hangat yang Mudah Dibuat Saat Hujan di Sore Hari
Damkar Semarang Tempuh Jalur Hukum
Kejadian serupa juga menimpa Dinas Pemadam Kebakaran di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Namun, pihak Damkar Kota Semarang memutuskan menempuh jalur hukum terkait tindakan prank laporan peristiwa kebakaran yang dilakukan oleh oknum penagih utang alias debt collector.
Baca Juga: Tongkang Hanyut Hantam Rumah Warga di Gandus, Satu Roboh dan Dua Ketek Rusak
Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menegaskan laporan palsu yang memanfaatkan layanan darurat untuk kepentingan pribadi tidak bisa ditoleransi.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (23/4/2026) sore, yang melaporkan adanya kebakaran di warung nasi goreng Mas Adi di Jalan WR Supratman sehingga petugas damkar langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi.
Setibanya di lokasi, tidak ada peristiwa kebakaran seperti yang dilaporkan.
Baca Juga: BGN Jelaskan Anggaran Rp5,7 Miliar untuk Video Conference Program Makan Bergizi Gratis
Menurut Ade, kasus serupa sebenarnya pernah terjadi pada 2024, tapi saat itu pelaku bersedia datang langsung dan meminta maaf.
Berbeda dengan kejadian kali ini, pelaku sama sekali tidak menunjukkan tanggung jawab meski sudah diberi kesempatan.
DPR Minta Polisi Usut Tuntas Teror DC
Baca Juga: Perlu Diketahui, Ini Daftar Kendaraan yang Tidak Wajib Bayar Pajak Tahunan
Maraknya kasus teror debt collector yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini membuat para anggota dewan ikut geram.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah secara tegas menyoroti tindakan yang sudah banyak merugikan masyarakar tersebut harus ditindak tegas.
Abdullah bahkan tak segan meminta para dc untuk dipidanakan karena dinilai telah membahayakan nyawa banyak orang.
Baca Juga: Polrestabes Palembang Mutasi Pejabat Utama, Ini Daftar Namanya
Di sisi lain , laporan penggunaan ambulans secara fiktif juga sangat berisiko karena dapat menghambat penanganan pasien yang benar-benar membutuhkan pertolongan darurat.
Hal yang sama berlaku pada damkar, yang berperan penting dalam merespons kebakaran dan menyelamatkan jiwa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








