Libur Panjang Berubah Mimpi Buruk, 7 Jam Terjebak Kemacetan Hingga Harus Tidur di Pinggir Jalan

AKURAT.CO SUMSEL Puncak, Bogor, Jawa Barat, masih mengalami kemacetan parah hingga Senin (16/9/2024) dini hari.
Kemacetan yang disebabkan oleh tingginya volume kendaraan saat libur panjang ini membuat sejumlah wisatawan harus menghadapi perjalanan yang panjang dan melelahkan.
Beberapa pengendara motor bahkan terlihat tidur di pinggir jalan karena macet total, seperti yang dibagikan oleh akun Instagram @infopuncak.bgr.
Salah satu pengguna Instagram, @Aanggiakbar, mengungkapkan bahwa ia terjebak dalam kemacetan selama 7 jam dari Sentul hingga Cipanas.
"Sentul - Cipanas nyampe 7 jam, nangis banget cape polll," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Pengalaman serupa juga dibagikan oleh pengguna lain, @Fasilviani_, yang menyatakan bahwa kemacetan tersebut berdampak serius pada kesehatan beberapa penumpang, terutama anak-anak dan lansia.
"Banyak balita, terutama lansia. Gak tahu baru kali ini dari pagi sampai malam kendaraan gak bergerak, gak ada penanganan juga," katanya.
Sebelumnya, pada Minggu (15/9/2024), Satlantas Polres Bogor menerapkan sistem satu arah atau one way dari Puncak menuju Jakarta mulai pukul 12.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan akibat lonjakan kendaraan wisatawan yang meningkat sejak pagi.
Baca Juga: Sosok IS, Tersangka Pembunuhan Gadis Penjual Goreangan di Padang Ternyata Mantan Residivis
Polisi kembali menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah pada Senin (16/9/2024).
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, mengatakan langkah ini diambil untuk memprioritaskan wisatawan yang hendak kembali dari Puncak menuju Bogor dan Jakarta.
"Untuk sementara kita prioritaskan rekan-rekan yang mau turun," ujar Rizky kepada wartawan.
Sistem satu arah diberlakukan sejak pukul 06.00 WIB dan diharapkan bisa mengurai kemacetan.
Rizky juga memastikan bahwa situasi di kawasan Cipanas dan Cianjur sudah mulai terurai, namun belum ada kepastian kapan sistem ini akan dihentikan, karena pelaksanaannya bergantung pada kondisi arus lalu lintas di lapangan.
"Sampai ekornya habis, mudah-mudahan lebih cepat sehingga arus lalu lintas kembali lancar," tutup Rizky. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









