Upaya Dunia Damaikan Konflik India Pakistan yang Telah Berlangsung Lebih dari 70 Tahun

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan antara India dengan Pakistan kembali memanas setelah adanya serangan operasi militer dari India di wilayah Kishmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu (7/5/2025).
Serangan ini disebut India sebagai bentuk balasan atas penyerangan kelompok teroris yang menyebabkan 26 turis hindu tewas di Kashmir pada April 2025 lalu.
Serangan dilakukan dengan menembakkan rudal di enam titik di wilayah perbatasan Kashmir yang dikuasai Pakistan.
Mereka menyebut jika serangan itu ditujukan pada para teroris, bukan kepada warga Pakistan.
Serangan ini mengakibatkan 8 orang meninggal dunia dan 38 orang mengalami luka-luka.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif merespon tegas serangan ini.
Baca Juga: Tren Pariwisata Sumsel Awal 2025, Palembang dan Banyuasin Jadi Magnet Wisatawan Nusantara
Ia juga menyatakan jika saat ini pihaknya sedang mempersiapkan balasan bahkan mengindikasikan kesiapan jika harus terjadi perang.
Konflik Berlangsung 78 Tahun
Konflik antara India dan Pakistan sudah berlangsung lebih dari tujuh dekade.
Baca Juga: Impor Sumatera Selatan Triwulan Pertama 2025 Berfluktuasi, Januari Tertinggi
Semua bermula ketika Inggris membagi India menjadi dua negara yakni India dan Pakistan pada 1947.
Adapun perang pertama terjadi pada 1947-1948 dipicu oleh bergabungnya Maharaja Hari Singh pemimpin Pakistan yang bergabung dengan pemerintah India tanpa sepengetahuan warganya.
Perang itu akhirnya berakhir dengan gencatan senjata atas bantuan PBB.
Baca Juga: Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci, Sepasang Suami Istri Asal Palembang Jalani Perawatan Medis
Sejumlah negara adidaya seperti Amerika Serikat, Rusia dan China beberapa kali juga berupaya memediasi kedua negara.
Selama hampir 80 tahun konflik terjadi, mediasi dan sejumlah upaya perdamaian telah dilakukan sebagai berikut:
1. Simla Agreement (1972)
Baca Juga: Satpol PP Palembang Tertibkan Pedagang Kopi Keliling yang Mangkal Taman TVRI
India dan Pakistan sepakat untuk menyelesaikan masalah secara bilateral.
2. Lahore Declaration (1999)
Menekankan dialog dan kerja sama untuk perdamaian.
Baca Juga: Karhutla Kembali Terjadi di Ogan Ilir Sumsel, 2 Hektare Lahan Terbakar
3. Track II Diplomacy
Melibatkan akademisi, jurnalis, dan tokoh masyarakat untuk membangun jembatan komunikasi.
Namun, semua inisiatif di atas masih belum berhasil mengakhiri konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







