Perjalanan Dinas Dipangkas, Tapi Anggaran Pemeliharaan Jalan di Sumsel Tetap Aman

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan bahwa anggaran pemeliharaan jalan tidak akan terpengaruh oleh kebijakan efisiensi anggaran akibat Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025.
“Program yang berdampak langsung pada kepentingan masyarakat akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. Anggaran untuk pemeliharaan jalan sebagai salah satu prioritas tidak mengalami pemotongan,” ujar Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, Senin (17/2/2025).
Menurutnya, perencanaan pemeliharaan jalan tahun ini sudah dimulai, dan proyek yang telah masuk dalam program kerja akan tetap berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Terlebih, kondisi cuaca yang memasuki musim hujan membuat perbaikan jalan berlubang semakin mendesak.
“Saat ini proses perencanaan sedang berlangsung, dan proyek yang telah direncanakan akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan,” jelasnya.
Edward menambahkan bahwa efisiensi anggaran untuk dinas dan lembaga di lingkungan Pemprov Sumsel masih menunggu arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Namun, yang sudah dipastikan terkena pemangkasan adalah perjalanan dinas, kegiatan seremonial, serta berbagai pengeluaran lainnya yang dianggap tidak mendesak.
Sementara itu, terkait pemeliharaan jalan nasional yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, Edward mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait dampak efisiensi anggaran terhadap proyek tersebut.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran di Era Prabowo, Hotel di Palembang Kehilangan Banyak Agenda Pemerintah
“Terkait jalan nasional, kami masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai dampak dari kebijakan efisiensi ini,” katanya.
Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Palembang Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Sumsel, Ida Pebriani, juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pemangkasan anggaran untuk pemeliharaan jalan di Palembang yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sumsel.
“Sampai saat ini belum ada pemangkasan anggaran untuk pemeliharaan jalan. Dalam rapat dua minggu lalu dengan DPRD, memang ada pembahasan soal efisiensi, tapi belum diputuskan kegiatan mana saja yang akan terdampak,” ujarnya.
Dalam rencana kerja tahun ini, Pemprov Sumsel akan melakukan pemeliharaan pada 18 ruas jalan dari total 26 ruas jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Jumlah ini dipertahankan seperti tahun-tahun sebelumnya untuk memastikan infrastruktur tetap terjaga.
“Dua proyek sudah mulai dikerjakan, salah satunya adalah pembangunan pile on slab di wilayah Gandus. Dalam waktu dekat, pekerjaan fisik lainnya akan segera dilaksanakan, termasuk pemeliharaan berkala di Jalan Noerdin Pandji dan Jalan Sultan Mansyur,” tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









