Sumsel

Akankah Berjilid seperti PPT? Ini Jawaban Deddy Mizwar soal Lorong Waktu 2

Kurnia | 3 Maret 2026, 12:00 WIB
Akankah Berjilid seperti PPT? Ini Jawaban Deddy Mizwar soal Lorong Waktu 2
Film lorong waktu. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Sinetron religi legendaris Lorong Waktu kembali hadir lewat sekuel terbarunya, Lorong Waktu 2.

Serial ini menjadi kelanjutan dari Lorong Waktu (2025), versi regenerasi dari tayangan yang pertama kali populer pada akhir 1990-an dan sempat menjadi tontonan ikonik keluarga Indonesia.

Digarap oleh Deddy Mizwar, yang juga dikenal sebagai kreator Para Pencari Tuhan, kemunculan sekuel ini memunculkan pertanyaan: akankah Lorong Waktu mengikuti jejak PPT dengan musim yang panjang dan berjilid-jilid?

Dalam wawancara di rumah produksinya di kawasan Jakarta Timur, Deddy Mizwar menyebut belum ada kepastian bahwa Lorong Waktu akan dibuat sepanjang PPT.

Menurutnya, konsep cerita Lorong Waktu sejak awal berpusat pada karakter anak-anak yang kini telah tumbuh dewasa. Perubahan usia tokoh membuat alur cerita harus ikut menyesuaikan.

Ia menjelaskan, ketika karakter yang dulu masih kecil kini sudah besar, maka pendekatan cerita dan konflik pun harus berubah.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Penukaran Uang Baru BI 2026 Tinggal Dua Pekan Lagi

Jika ingin terus berlanjut, produksi harus mencari tokoh baru dan membangun kembali dinamika cerita dari awal.

Karena itu, keberlanjutan serial ini sangat bergantung pada kekuatan cerita dan relevansinya dengan perkembangan zaman.

Deddy Mizwar juga mengungkap alasan di balik keputusan menghidupkan kembali Lorong Waktu setelah lebih dari dua dekade.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat pesat membuka peluang eksplorasi cerita yang lebih segar. Jika dulu laboratorium mesin waktu digambarkan dengan panel sederhana, kini konsepnya dapat dikembangkan dengan sentuhan digital yang lebih modern.

Ia menilai kemunculan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI), memberikan ruang baru dalam pengembangan cerita. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tetap memiliki keterbatasan dan tidak dapat melampaui nilai-nilai spiritual yang menjadi ruh utama serial ini.

Pesan moral dan nilai religi, kata dia, tetap menjadi fondasi utama yang tidak akan ditinggalkan.

Untuk menjangkau penonton generasi muda, terutama Gen Z, Lorong Waktu 2 juga menghadirkan dinamika percintaan di antara karakter yang kini telah beranjak dewasa.

Unsur romansa ini diharapkan dapat memperluas segmentasi penonton tanpa mengubah identitas dasar serial sebagai tontonan religi keluarga.

Meski demikian, Deddy memastikan bahwa penambahan elemen romantis tetap dikemas secara proporsional dan tidak menggeser nilai-nilai yang sejak awal melekat pada Lorong Waktu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia